Minggu, 17 Mei 2015




Laporan semester Biologi
 
BAB I
PENDAHULUAN

I.I.LATAR BELAKANG
     Zoology adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur dan fungsi  tubuh secara morfologi dan anatomi yang terdapat pada hewan.
            Mamalia merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri yaitu hewan beternak, menyusui dan bernafas dengan paru-paru. Mamalia  juga disebut hewan yang berkelenjar susu untuk menyusui anaknya. Yang mewakili spesies ini adalah adalah kelinci yang disebut dengan tetrapoda (hewan yang mempunyai 4 buah kaki atau 2 pasang kaki). Morfologi dari mamalia ini mencakup 4 (empat) bagian yaitu caput (kepala), truncus oleh 2 pasang extremitas, collum (batas antara truncus dan caput), dan cauda yang pendek.Kelinci( Lepus nigricollis )termasuk kedalam kingdom animalia dan kelasmammalia yang mempunyai berattubuh 1,35-7 kg dengan panjang 40-70 cm(Anonimous,2007).Kelinci(Lepus nigricollis)merupakan kelompok hewan yang palingsempurna baik morfologi ataupun anatominya karena ia mempunyai susunanorgan yang kompleks dan susunan metabolisme didalam tubuhnya yang jugakompleks. Hewan ini banyak ditemukan dimana-dimana.(Boolotion, 1979).Kelompok hewan ini mempunyai kelenjar mammae (kelenjar susu) dan pada umumnya kulit tubuh ditumbuhi oleh rambut. Hampir seluruh dunia dihunioleh anggota kelas ini, mulai dari daerah kutub sampai kuator, bahkan di gurun pasir maupun di laut (Kastawi, 1992).Pada Pengamatan yang telah dilakukan menggunakan kelinci sebagai perwakilan dari kelas mammalia, karena kelinci ini sangat menarik sekali untuk dikaji lebih lanjut, diantaranya yaitu dari segi morfologi dan anatominya, bahkansekarang ini lagi semarak-semaraknya kelinci telah dijadikan sebagai ladang bisnis yang menggiurkan. Dari bisnis rambut,fur atau kulit, hingga daging berkembang dengan pesat.
Aves merupakan hewan chordata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu-bulu ini adalah modifikasi dari sisik yang ditemukan pada reptilia. Selain bulu, morfologi tubuh yang mencolok pada aves adalah alat gerak(extremites) tubuh depannya berupa sayap yang berfungsi untuk terbang. Sayap pada aves merupakan homolog dari kaki depan pada reptilia dan mamalia yang tersusun atas radius, ulna, humerus, tarsus, dan metatarsus. Aves memiliki paruh yang kuat dan tidak memiliki gigi memperingan berat tubuh agar dapat terbang. Namun, pencernaan aves dibantu oleh adanya ventrikulus dan proventrikulus yang mampu mencerna makanannya. Aves mengalami banyak pereduksian organ tubuh dan membentuk modifikasi-modifikasi alat tubuh guna mendukung daya terbangnya.
 Secara garis besar bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu, kulit dan  sisik  Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil. Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci digambarkan oleh North (1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung yang memiliki ciri khusus yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada aves ini spesies yang mewakili adalah ayam (Gallus gallus). Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Secara garis besar bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu, kulit dan  sisik  Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil. Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci digambarkan oleh North (1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung yang memiliki ciri khusus yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada aves ini spesies yang mewakili adalah ayam (Gallus gallus). Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni suhu tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Amphibi berasal dari kata amphi,artinya rangkap dan bios,artinya kehidupan,karena amphibian ialah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan,mula mula dalam air tawar,kemudian di lanjutkan di darat.Fase kehidupannya berlangsung di dalam air sebelum atas reproduksinnya masak,keadaan inni merupakan fase larva atau biasa biasa di sebut berudu.Karena ada beberapa species yang melangsungkan kehidupannya terus menerus di dalam air dan sebaliknya ada yang sama sekali tidak mengalami kehidupan di dalam air,beberapa ahli sependapat menggunakan nama betrachia (batachos=katak),meskpun pemakaian nama itu tidak meluas.Beberapa pertimbangan memungkinkan pemilihan katak atau ran asp,untuk mewakili classis amphibia. Tubuh katak terdiri dari kepala (caput), truncus (badan), extremitas (anggota badan). Pada caput (kepala), terdiri dari maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah), nares anterior (nares externa). Lubang hidung luar sepasang dan menembus ke cavum oris (rongga mulut). Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut tang lebar untuk mengambil makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang berfungsi dalam pernapasan, 2 mata yang besar spherik, dibelakangnya 2 lubang pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk menerima gelombang suara. Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah, serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makananyang tak dicerna, urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi (Kastowo, 1982: 32 )
Kaki katak terdiri atas sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus), dan jari-jari (digiti). Pada kaki belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes) dan jari-jari (digiti) (Radiopoetro, 1996: 474).
Jenis ikan yang sering di konsumsi manusia adalah ordo teleostei.susunan tubuh pisces berada beda sesuai dengan jenisnya,tetapi pada umumnya mempunyai ciri ciri yang sama kecuali beberapa species.untuk itu maka cyprinus carpio kita anggap dapat mewakili dalam mempelajari pisces ini.Tubuh ikan terdiri atas caput,truncus,dan cauda,diantara mana tidak ada batas yang nyata sebagai batas antara truncus dan ekor di sebut anus.Ikan ikan yang dapat berenang cepat berbentuk sebagai terpedo,tetapi cyprinus lebih pendek,lebih pipih ke arah bilateral dan lebih lebar ke arah dorsoventral.Bentuk tubuh ikan biasanya berkaitan erat dengan tempat dan cara mereka hidup.

             Botani adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur dan fungsi  tubuh secara morfologi dan anatomi pada tumbuhan.
Sel telah dimulai sejak abad ke-17 di mana pada awalnya sel digambarkan tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata sel berasal dari kata bahasa Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella (kantong yang berisi). Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.. Sejak akhir abad 19 selama abad 20 penelitian sel berkembang amat pesat sehingga membentuk ilmu sel yang disebut dengan Sitologi.
            Sitologi adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk hidup. Penemuan mikroskop oleh Antonie Van Leuwenhoek telah banyak membantu para ahli dalam kegiatan penyelidikan.
Kali ini Robert Hooke dengan memanfaatkan mikroskop telah berhasil sebagai orang yang pertama melihat ruang-ruang kecil yang dibentuk oleh irisan pada jaringan tumbuh-tumbuhan. Jaringan–jaringan itu dilihatnya bagaikan tersusun dari banyak ruang kecil yang dibatasi dinding-dinding tipis. Ruang-ruang kecil ini dinamakan sel.
Morfologi tumbuhan merupakan bagian ilmu botani yang khusus mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata biasa.Hal ini sama dengan pendapat (Supriyono, 2007)menyatakan bahwa Morfologi tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata
     Makanan ternak menjadi objek pengamatan dalam bentuk morfologinya. Tumbuhan mempunyai bagian struktur morfologi yaitu akar, batang, daun, bunga, dan  buah. Dalam hal ini yang menjadi bahan utama pengamatan morfologi adalah rumput (graminae) dan leguminosa (kacang-kacangan).rumput – rumput dan kacang – kacang adalah hijauan makanan ternak yang merupakan makanan pokok ternak ruminansia.susunan bunga leguminosa adalah berjenis kelamin ganda (biseksual) pada umumnya setangkup (zygomoaphile) kecuali pada mimosaidae yang bunganya bersusun dalam dua lingkar.
            Anatomi tumbuhan adalah bagian ilmu botani yang mempelajari bentuk dan susunan bagian dalam dari tumbuh-tumbuhan. Anatomi tumbuhan ini mencakup 3 (tiga) bagian : sel, jaringan tubuh, dan organ tubuh. Dalam jaringan tubuh, jaringan didefenisikan sebagai kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, struktur, dan fungsi yang sama dalam satu kesatuan yang padu. Pada tumbuhan ,jaringan tumbuhan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu,berdasarkan fase perkembangannya dan berdasarkan sifat/macam sel penyusunannya.


I.2.TUJUAN DAN MANFAAT
       Adapun  Tujuan di laksanakan praktikum biologi dasar ini adalah agar kita dapat mengetahui bagaimana cara melaksanakan serta menerapkan hasil pengamatan  pada praktikum tersebut.materi tersebut yaitu mengenai zoology yang terdiri dari aves,mamalia,amphibi,dan pisces.dan mengenai botani yang terdiri dari sitology,morfologi,dan anatomi pada tumbuhan.Selain melaksanakan praktikum,kita juga dapat mengetahui tentang materi yang di praktikumkan dnlebih mudah dalam mempelajarinya pada mata kuliah biologi dasar.dan juga dapat mengaplikasikan dari teori teori yang sudah di dapatkan dan di pelajari serta menyimpulkan hasil hasil dalam bentuk tulisan maupun lisan yang kiranya dapat menjadi titik acuan pembelajaran bagi kita bersama.

Adapun  manfaat yang dapat kita peroleh dari melakukan praktikum biologi dasar  ini  ialah sangat banyak, dimana kita dapat mengenal hewan dan tumbuhan seperti rumput-rumputan yang digunakan untuk makanan ternak maupun bagian-bagian tulang extremites  maupun alat-alat pencernaan dan pernafasan dari hewan yang sudah di  praktikumkan .dan dapat kita gunakan sebagai titik acuan dan bahan perbandingan serta masukan bagi kita semua dalam mata kuliah biologi dasar ini.Dan mannfaat lainnya yaitu dalam memenuhi syarat tugas mata kuliah ini.










BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mamalia adalah dari bangsa reptil, Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan vertebrata lain. Ciri utama dari Mamalia adalah adanya kelenjar susu, yang berfungsi sebagai sumber makanan untuk anaknya. Kelenjar lain yang biasa ditemukan adalah kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera). Rambut tumbuh selama periode tertentu dalam hidupnya, meskipun berkurang atau tidak ada sama sekali pada stadium tua (Sukiya, 2005)
. Tubuh kelinci (Lepus nigricollis) dibagi menjadi empat bagian yaitu : caput, cervix, truncus dan cauda. Pada caput terdapat rima oris, vibrisae, nares, organon visus. Ciri-ciri yang dimiliki kelas mamalia seperti pada kelinci (Lepus nigricollis) adalah sebagai berikut : Memiliki kelenjar mammae (merupakan modifikasi kelenjar peluh) untuk menyusui anaknya. Mempunyai telinga yang panjang dan kaki belakang yang lebih panjang dari pada kaki depan. kelinci termasuk hewan tetrapoda yang memiliki 4 anggota gerak berupa kaki. menurut Anynomous (2007).
 Ikan Mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang, agak pipih, lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (babels), ukuran dan warna badan sangat beragam (Sumantadinata, 1983).

Sel adalah struktural terkecil dan fungsional dari suatu makhluk hidup yang secara independen mampu melakukan metabolisme, reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang kelangsungan hidup sel itu sendiri. tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel sehingga sel disebut satuan struktural makhluk hidup.(Agus Purnomo.2003)

Suatu sel dikatakan hidup apabila sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan aktifitas metabolisme, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, peka terhadap rangsang, dan ciri hidup lainnya. Suatu sel hidup harus memiliki protoplas, yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel. Protoplas dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma. Komponen protoplasma yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma (terdiri dari organel-organel hidup).(Zainal, 2000)
            Sel hanya berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun faktor lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam praktikum ini adalah sel mati karena faktor genetik, maksudnya sel tersebut mati karena telah mencapai umur yang memang telah ditentukan secara genetik.(Zeny, 2003)
Kebanyakan tumbuhan mewarisi plastida hanya dari induknya. Angiosperma umumnya mewarisi plastida dari induk betina, sedangkan beberapagimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan. Alga juga mewarisi plastida dari salahsatu induknya (Robert RW,J.Kenneth H.2007).
            . Perbedaan antara tipe sisik cyloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik ctenoid dilengkapi degan ctenii (gerigi kecil). Focus merupakan titik awal perkembangan sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. (Panji; 2011)
            Rumput merupakan tumbuhan monokotil, mempunyai sifat tumbuh,yaitu membentuk rumpun, tanaman dengan batang merayap pada permukaan, tanamam horizontal dengan merayap tetapi tumbuh ke atsa dan rumpun membelit (sarwono,2001)
            Morfologi tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata (Supriyono, 2007)

            Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).

            Dan secara umum dapat pula dikatakan bahwa tumbuhan dikotil memiliki ciri berupa akar tunggang, bentuk tulang daun menjari, tidak di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 5 dan biji berkeping 2(dua), sedangkan pada tumbuhan monokotil memiliki ciri berupa akar serabut, bentuk tulang daun sejajar, di temukannya tudung akar, bunga kelipatan 3 dan biji berkeping 1(satu) (wikipedia, 2008).

            Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform, depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform. (Riki, 2010)
                                    Susunan penampang melintang batang monokotil terdiri atas epidermis, korteks, berkas pembuluh (vascular bundle) yang terdiri dari xylem dan floem, endodermis yang berupa sklerenkim yang terdiri dari sel-sel yang mati, dan empelur. Pada tumbuhan monokotil, korteks kadang terdiferensiasi secara baik atau kadang-kadang sempit bahkan tidak dapat dibedakan dengan stele. Pada tumbuhan monocotyledoneae dan beberapa jenis lainnya, sel penyusun prokambium berdiferensiasi menjadi jaringan berkas pengangkut primer (Nugroho dkk, 2005).
            Morfologi tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata (Supriyono, 2007).
Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
. Amphibi mempunyai ciri-ciri, tubuhnya diselubungi kulityang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm, amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang diair, pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru. (Anonim: 2011)
 alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris,di batasi oleh maxille(rahang atas),atap pada sebelah atas,sedang osyoid kemudian di lanjutkan oleh pharynk,oesophagus,ventriculus,daan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. (sudjadi,Bogod,dkk.2007)

 daun hydrilla verticillata ,Struktur sel dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Setiap orgasme tersusun dari salah satiu tipe struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau eukariotik. Sel prokariotik hanya terdapat pada kingdom atau dunia monera dunia archaebacteria, dan dunia eubacteria. Sementara itu , dunia plantae, animali, dan dunia protista mempunyai struktur sel eukariotik (Trijoko 2005: 6).
 Perbedaan pertama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa yunani pro, yang artinya “sebelum” dan karyon,ng artinya ”kernel”, yang di sini disebut nukleus. Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti “sebenarnya“, dan karyon) memilki nuklues sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus (Hidayat, 2000)
 Semua sel prokariotik mempunyai membrane plasma, nukloid berupa DNA dan RNA, serta sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membrane inti. Ciri lain adalah tidak memiliki sistem endo membrane (membrane dalam) seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai stuktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofom (Trijiko, 2005)

. Semua sel eukariotik memiliki membrane inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol (Trijoko, 2005). Ordo Anura merupakan ordo yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan Ordo lainnya. Anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jari-jarinya. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal. (Muetya : 2011)
Ikan bernapas menggunakan insang. Insang terbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari ingsang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darh. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Pada ikan bertulang sejati (osteichthyes) ingsangnya dilengkapi dengan tutup ingsang (operkulum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (chondrichthyes) ingsangnya tidak mempunyai tutup ingsang. (Bayu; 2009).
 linea lateralis adalah garis yang di bentuk oleh pori pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan bersisik maupun ikan yang tidak bersisik.sedangkan pada ikan mas mempunyai satu buah garis linea lateraalis, (sukarsi.2004)
Organ-organ yang terlihat setelah di amati adalah vescia(gelembung renang),ada dua bagian anterior dan posterior,warna putih mengkilap,letaknya berdekatan dan sejajar dengan cavum vertebralis ,berguna untuk timbul tenggelamnya ikan.saluran untuk memasukkan dan mengeluarkan udara yang tergantung dari esophagus ke vesica nataria bagian posterior di sebut ductus pneumaticus


(Campbell.( 2003) menyatakan bahwa kelas Osteichthyes hampir semua ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya sering tertutupi oleh sisik pipih bertulang yang berbeda strukturnys dsri sisik berbentuk pada hiu. ikan bertulang keras bernapas dengan melewatkan air melalui empat atau lima pasang insang yang terletak di dalam ruangan-ruangan yang ertutup oleh suatu penutup pelindung yang disebut operculum. Reproduksi ikan bertulang keras bervariasi. Sebagian besar species adalah hewan ovipar, yang bereproduksi dengan fertilisasi eksternal setelah betina melepaskan sejumlah besar telur kecil.

 Epidermis yang mengandung cutin yang tebal akan membentuk struktur kulit luar pada tumbuhan menjadi kasar, sehingga penampakan fisik anatominya kurang menarik,( Gembong tjitrosoepomo,(2003).











BAB III
MATERI DAN METODA


3.1.WAKTU DAN TEMPAT

            Praktikum biologi dasar mengenai zoology dan botani di laksanakan pada 1 – 29 oktober 2014.pukul 10.00 – 11.00 WIB,yang bertempat di Laboraturium Fakuktas Peternakan Universitas Jambi di gedung C.

3.2.MATERI
Adapun bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah   1 pasang kelinci, 1 ekor ayam (berat minimal 1 kg), ikan mas minimal 9 ons, 3 ekor katak yang segar.
 Empulur ubi kayu (Manihot  utilissima), epidermis umbi lapis bawang merah (Allium cepa), kulit buahCapsicum annum (cabai merah), daun Hydrilla verticillata, Solanum tuberosum(kentang), tepung kacang kedele, tepung kacang hijau, pisang, tepung jagung, tepung ubi kayu, , Panicum maximum (rumput benggala), Brachiaria decumbens, Brachiaria mutica (ppara gras), Pannisetum purpureum (rumput gajah), King gras (rumput raja),Stylosantes humillis, Callopogonium muconoides, Leucaena leucocephala (petai cina), Arachia hypogea (kacang tanah), Ricinus comunis (tumbuhan jarak), jagung (Zea mays), batang kacang hijau, batang dan akar Ricinus comunis.
            Adapun alat yang digunakan pada praktikum ini adalah Mikroskop, objek glass, cover glass, pisau silet (Gilette gold), alat bedah, plastic/terpal ukuran 1 meter,sterofom, pisau carter 3 buah, telenan, sabun tangan, serbet/tissue, jarum pentul 10 buah, dan pisau potong 1 buah.





2.3 METODA
Adapun cara atau prosedur kerja yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
ZOOLOGI
 mamalia
Pada kegiatan satu, siapkan 1 pasang kelinc, plastic terpal 1 m, dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati morfologinya , lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya. Pada kegiatan dua, buka cavum oris kelinci, dan amati gigi-giginya, lalu gambar hasil pengamatan, beri keterangan, buat susunan gigi tersebut, dan simpulkan perbandingannya pada rumus gigi pada diktat. Kemudian pada kegiatan tiga,siapkan alat bedah, pisau potong dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, potong kelinci dan kuliti, buka rongga dada dan perutnya, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan dari bagian-bagian gambar tersebut.
 Aves
Pada kegiatan satu, siapkan seekor ayam, dan papan praktikum. Kemudian latakkan objek diatas papan praktikum, dan amati morfologinya. Lalu gambar hasil pengamatan , dan beri keterangan bagiannya. Pada kegiatan dua, cabut masing-masing 1 buah bulu plumae. Plumulae, dan filoplumulae, amati dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya. Kemudian pada kegiatan tiga, bedahlah bagian extremitas ayam, buang kulit dan musculus yang menempel pada tulang, pisahkan extremitas atas dan bawah, dan amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagiannya. Pada kegiatan empat, bedahlah thorax rongga perut dengan gunting, pinset, dan scapel, dan amati organ-organ yang ada, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagiannya. Kemudian pada kegiatan lima, bedah oranium ayam dengan hati-hati, keluarkan enchepalonnya, amati dengan jelas, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagian-bagiannya dalam laporan saudara.

 Amphibi
Pada kegiatan satu, siapkan seekor katak yang segar, dan papan praktikum.Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati morfologinya.Lalu gambar hasil pengamatan, dan beriketerngan gambar tersebut. Pada kegiatan dua, buka cavum oris dengan jelas, amati bagiannya, lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangannya. Kemudian pada kegiatan tiga, bedah rongga perut dan thorax katak, amati dengan jelas, lalu gambar hasila pengamatan, dan beri keterangan gambar. Pada kegiatan empat, bedah enchepalon katak, keluarkan enchepalon (otak) dengan hati-hati, dan amati dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan otak ikan iti, dan beri keterangan gambar dengan jelas.
Pisces
Pada kegiatan satu, siapkan seekor ikan mas segar berat ± 9 ons. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amatai morfologi objek. Lalu gambar hasil pengamatan morfologi ikan dan beri keterangan bagiannya. Kemudian pada kegiatan dua, siapkan mikroskop, objek glass, cover glass, 1 buah sisik cyprinus carpio, pinset. Kemudian ambil dengan pinset 1 buah sisik ikan mas itu, tetesi dengan air, letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan dan jelaskan keterangan bagian sisik. Pada kegiatan tiga mencakup cara kerja pada kegiatan kedua. Pada kegiatan empat, bedah ikan tersebut, perlihatkan organ dari apparatus viscerum abdominalis et thoracalis, amati bagian-bagiannya. Lalu gambar hasil pengamatan pada bagiannya,dan beri keterangan gambar dengan jelas.
Pada kegiatan lima, buat potongan melintang tubuh ikan dibelakang anus. Lalu amati system muscularnya, gambar kan hasil pengamatanmu dan beri keterangn gambar dengan jelas. Kemudian  pada kegiatan enam, keluarkan bagian insang ikan mas tersebut,lalu amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan insang itu,dan buat keterangan bagian dengan jelas. Pada kegiatan tujuh, buka bagian oranium cyprinus carpio dengan hati-hati, keluarkan enchepalonnya, dan amati dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan otak tersebut, dan beri keterangan gambar dengan jelas dalam laporan  saudara.
 Sitologi
Pada kegiatan satu, siapkan mikroskop yang akan digunakan dan masing-masing 3 buah cover glass dan objek glass serta pisau silet. Kemudian buat sayatan tipis kulit allium cepa,lalu tetesi dengan regen JKJ,letakkan pada objek glass dan turup dengan cover glass,amati dibawah mikroskop,demikian halnya pada empulur manihot utilissima. Lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi dan simpulkan perbedaan kedua objek. Kemudian pada kegiatan dua,siapkan bahan daun Hydrilla verticillata, capsicum annum, dan solanum tuberosum, buat sayatan tipis daripada daun ketiga objek,letakkan diatas objek glass,tetesi dengan air,tutup dengan cover glass dan amati pada mikroskop.Lalu gambar hasil pengamatan pada objek,buat klasifikasi dan kesimpulan perbedaan plastida ketiga objek tersebut. Pada kegiatan tiga, siapkan objek tepung kacang kedele, tepung kacang hijau,pisang, tepung jagung, tepung ubi kayu, dan kentang. Letakkan objek pada objek glass,tetesi dengan air,tutup dengan cover glass, dan amati pada mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi objek,dan simpulkan perbedaan pada cirri keenam objek tersebut.

 Morfologi tumbuhan
Pada kegiatan satu, siapkan objek rumput panicum maximum,brachiaria decumbens, brachiaria mutica, pannisetum purpureum, dan king gras, amati keenam objek secara morfologis, gambar hasil pengamatan,buat klasifikasi dan ciri objek, dan buat simpulan tentang rumput (graminae). Kemudian pada kegiatan dua, siapkan objek stylosantes humillis, callopogonium muconoides, leucaena leucocephala, dan arachia hypogea, amati keempat objek secara morfologis, lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi dan cirri objek, dan buat kesimpulan tentang kacang-kacangan (legume). Pada kegiatan tiga, amati objek panicum maximum dan callopogonium mucunoides secara morfologis, lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi dan simpulkan perbedaan kedua objek dalam laporan saudara.
 Anatomi tumbuhan
Pada kegiatan satu, siapkan mikroskop,objek glass, cover glass, pisau silet, daun rumput gaja (pannisetum purpureum), dan daun kacang tanah (arachia hypogea), buat sayatan tipis kedua objek, letakkan diatas objek glass,tetesi dengan air, dan tutup dengan cover glass, lalu gambar hasil pengamatan anatomi objek, buat klasifikasi , dan simpulkan perbedaan anatomi daun kedua objek dalam laporan saudara. Kemudian pada kegiatan dua, siapkan batang objek pannisetum purpureum, panicum maximum,dan zea mays, buat sayatan tipis pada batang, tetesi dengan air, letakkan di atas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan anomi batang letiga objek. Buat klasifikasi, dan kesimpulan umum tentang batang monokotil. Pada kegiatan ketiga, siapkan batang objek kacang tanah, kacang hijau, dan ricinus comunis. Kemudian buat sayatan tipis batang objek, tetesi dengan air,letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan anatomi objek tersebut, buat klasifikasi, perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil, serta kesimpulan umum tentang anatomi batang dikotil. Pada kegiatan empat, siapkan akar objek zea mays dan ricinus comunis, buat sayatan tipis akar objek, tetesi dengan air, letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan anatomi akar objek tersebut, buat klasifikasi dan buat kesimpulan umum tentang anatomi akar tumbuhan dalam laporan saudara.
           
           
           

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1.ZOOLOGI
4.1.1.Mamalia
            Pada praktikum mamalia ada 4 (tiga) kegiatan yang dilakukan.
Kegiatan1:
Tujuan:mengamati morfologi kelinci   






                                                Gambar 4.1
           Dari hasil praktikum Mamalia didapatkan ciri-ciri morfologi kelinci (Orctolagus sp) yaitu tubuhnya diliputi oleh kulit yang berambut. Pada umumnya Kelinci memiliki kuping yang panjang sebagai bentuk adaptasi pada kehidupan mereka dan menghindari hewan pemangsa (Predator), panjang kuping kelinci pada umumnya adalah sekitar 10 cm (4 inch). Kelinci juga memiliki kaki belakang yang kuat dengan ekor yang pendek. Setiap kaki memiliki 4 jari yang pada ujungnya sangat berperan sebagai penggerak. Bentuk badan pada umumnya berbentuk lonjong telur dan pada umumnya kelinci-kilinci liar memiliki keseragaman dalam bentuk tubuh dan cara berdirinya.Kelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. pada bagian kepala terdapat mulut (Rima oris), dibatasi oleh bibir bawah(labium inferior) dan bibir atas (labium superior) yang bercelah sehingga tampak gigi seri (incisivi), dan juga terdapat lubang hidung (Neres externa) letaknya dorsal dari mulut, disekitar lubang hidung dan mulut terdapat sungut atau rambut-rambut peraba yang juga terdapat disekitar mata, mata dibatasi oleh kelopak mata atas ( palbebra superior, dan kelopak mata bawah (palbebra inferior) sedangkan kelopak mata ketiga (membran nictitan) terdapat pada sudut sebelah mata anterior), telinga luar (pina auricula), pada bagian badan terbagi menjadi thorax(dada) terdapat sepasang extrimitas anterior(kaki depan) yang berjari(digiti)4: dibangun dari proximah kendistal oleh brachiu, antebrachium dan carpusdan abdomen (perut) yang dimana terdapat sepasang extrimitis posterior(kaki belakang ) yang berdiri (digiti) 3 dibangun dari proximal kedistal oleh femur, crus dan pes didaerah inguinal , diantara kaki belakang terdapat sepasang pappila mammae (putting susu), selanjutnya kearah posterior saya temui adanya penis. Dan pada bagian belakang terdapat ekor.hal ini sama dengan pendapat  Anynomous (2007)menyatakan bahwa Morfologi dari pada mamalia (kelinci) terdiri dari empat bagian, yaitu : Caput (kepala), Truncus yang terdapat dua pasang extremitas, Collum (batas antara Truncus dan Caput), dan cauda pendek. (Sukiya, 2005) menyatakan bahwa Mamalia adalah dari bangsa reptil, Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan vertebrata lain. Ciri utama dari Mamalia adalah adanya kelenjar susu, yang berfungsi sebagai sumber makanan untuk anaknya. Kelenjar lain yang biasa ditemukan adalah kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera). Rambut tumbuh selama periode tertentu dalam hidupnya, meskipun berkurang atau tidak ada sama sekali pada stadium tua .
kegiatan kedua yaitu  mengamati susunan gigi pada kelinci. struktur gigi kelinci yang diamati dalam cavum oris memiliki susunan gigi yang sama dengan susuna gigi berikut : I 1  C O  P 1  M   3  =  5
                                              I 1   C O   P 1   M 3    =  5
                                          I1     CO   P1    M3         5
                                    Gambar 4.2
Menurut Brotowijoyo (1994),  kaki belakang panjang dan kuat, digunakan untuk melompat. Jari-jari kaki depan berjumlah 5 jari dan kaki belakang terdapat 4 jari. Kulit tubuh berambut lebat, menutup hampir seluruh tubuh. vibrisae ditemukan diujung moncong yang mana berfungsi sebagai pendeteksi makanan pada waktu didalam tanah. Pada hewan ini terdapat 4-5 pasang puting susu di ventrum yang terdapat pada hewan betina.
Kegiatan ke tiga yaitu mengamati tulang extremites  pada kelinci
           
                     
                                    Gambar 4.3   
Alat gerak (Extremitas)
            kelinci memiliki anggota gerak depan (extremitas anterior atau cranialis) yang berjari empat dan anggota gerak belakang (extremitas posterior atau caudalis) yang berjari 3.Extremitas Anterior  terdiri dari Brachium (lengan atas) berupa humerus, Antibracium (lengan bawah) berupa radius dan ulna, Manus (tangan) berupa digiti yang berupa ossa carpalia (tulang pergelangan tangan), ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) dan phalangus (ruas jari-jari), Cingulum pelvicus berupa tulang pinggul yang menempel secara kokoh ada sacrum dan masing-masing setengah tulang pinggul itu terdiri atas os ichium (sebelah posterior) dan os pubic (sebelah ventral). Pertemuan ketiga tulang itu membentuk manglokan yang terkenal sebagai anterior dorsalis bersatu secara senyawa, disebelah ventral dibagian vertebrae.Extremitas Posterior  Extremitas Posterior terdiri dari Femur sebagai tungkai atas, Crus sebagai tungkai bawah terdiri atas tulang tibia dan fibula, Pes (kaki) terdiri atas ossa tersalia (tulang pergelangan tangan), ossa metacarpalia (telapak kaki) dan phalangus (ruas jari-jari). Jari ada yang berfucula (cakar) dan berunggula (telacak).

Pada  Kegiatan empat yaitu mengamati organ-organ dalam kelinci.
                                    Gambar.4.4
            Organ dalam kelinci terdiri dari bagian Tractus digestivus, tractus urogenitalia, cor, dan alat respirasi (pernapasan). Struktur cor yang semakin menebal akan membuat kontraksi daripada jantung yang mengecil, hal yang demikian akan membuat sebangsa mamalia berhenti akan organ-organnya, (Johnson, W. A 2005).
       Tractus Digestivus
Sistem pencernaan makanan pada kelinci (Lepus nigricollis) terdiri dari saluran-saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran pencernaan dimulai dari rongga mulut, pharynk, esophagus, ventriculus, intestinum dan berakhir di anus. Rongga mulut pada kelinci (Lepus nigricollis) dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang berupa langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan langit-langit lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam alveolus (lubang dalam rahang).
 Gigi pada kelinci (lepus nigricollis) berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan. Pharynk berfungsi untuk rongga dibelakang mulut yang merupakan persimpangan jalan makanan dari jalan respirasi. Oesophagus merupakan pipa musculus yang sempit yang menembus diafragma masuk ke dalam abdomen. Ventriculus merupakan kantong sebagai lanjutan dari oesophagus yang dapat dibedakan atas cardia, pylorus yang bersambung dengan deodenum dan fundus.
 Selain itu terdapat juga kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, menghasilkan saliva yang mengandung enzim-enzim pencernaan. Kelenjar empedu dikeluarkan oleh hati, pankreas menghasilkan hormon insulin dan kelenjar pencernaan (Brotowidjoyo, 2004).
Tractus Urogenitalis
Tractus Urogenitalis adalah Fertilisasi pada kelinci terjadi secara internal. Testis terkandung dalam saku krotal.perkembangan embrio terjadi di dalam uterus. Plasenta kelinci terbentuk dari persatuan antara korion dan allantois. Lama kandungan (gestasi) 30 hari. Mungkin sampai ada 10 buah yang terjadi simultan. Kelinci dewasa secara seksual berumur 3 bulan (Brotowidjoyo, 2004).
Kelinci terkenal karena sistem reproduksinya yang betina berevolusi segera setelah senggama sehingga pembuahan terjamin. Selain itu kelinci betina mempunyai sistem reproduksi yang istimewa yaitu mampu mengandung 2 rumpun anak sekaligus karena memiliki rahim ganda. Pembuahan pada rahim yang 1 tidak menghalangi ovulasi pada rahim yang satunya lagi. Gejala ini di sebut superfetasi dan meskipun langka dianggap cukup sering terjadi (Oliver, 2005).
Respiratorius

           
                          Gambar  4.5
 KETERANGAN
Respiratorius
Paru-paru mamalia berada dalam rongga dada, yang dapat dibesarkan atau disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung yang buntu disebut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru, sehingga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernafasan oleh kapiler-kapiler pada dinding alveolus (Brotowidjoyo, 2004).
Urutan jalannya pernafasan pada kelinci (Lepus nigricollis) adalah  Nares eksterna (Lubang hidung luar), masuk Cavum nasalis (rongga hidung),masuk Nares internal (lubang hidung dalam), masuk Pharink (tekak), masuk Larynk (jakun), masuk Trachea (tenggorok), masuk Bronchus (cabang dari trachea), masuk Bronchiolus (cabang dari brochus), berakhir di  Alveolus (kantong udara).
        

            Gambar 4.6
KETERANGAN
Cor
Menurut Anynomous (2007), rongga jantung pada kelinci terpisah secara sempurna oleh sekat membujur, menjadi rongga jantung kiri dan kanan. Rongga jantung kiri mengandung darah yang kaya dengan oksigen yaitu oksigen dari darah arteri. Rongga jantung yang berisi darah yang mengadung karbondioksida adalah vena. Masing-masing rongga tadi tersekat lagi menjadi serambi jantung dan bilik jantung yang saling berhubungan dengan katub atau kleb. Sistem peredaran darah pada kelinci (Lepus nigricollis) merupakan sistem peredaran darah tertutup.Pembuluh darah dibagi atas Pembuluh nadi, Pembuluh balik,Pembuluh kapiler, Pembuluh limfa.                                                                                                                         










4.1.2. AVES
            Pada praktikum aves ada 5 (lima) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan pertama yaitu mengamati morfologi pada aves.
                        Gambar 4.7
Keterangan

  1. Mulut (Rima oris)
  2. Paruh atas (Rostrum premaxillare)
  3. Paruh bawah (Rostrum dentale)
  4. Jengger
  5. Hidung (Nostril)
  6. Mata (Orbita)
  7. Telinga (Meatus acusticus externus)
  8. Leher (Cervix)
  9. Bulu penutup tubuh (Tectrices)
  10. Sayap (Alae)
  11. Bulu sayap (Reminges)
  12. Ekor (Caudal)
  13. Bulu ekor (Rectrices)
  14. Kloaka (Cloaca)
  15. Kuku kaki (Falcuta)
  16. Telapak kaki (Pes)
  17. Sisik betis (Leavis)
  18. Paha (Femur)
  19. Betis (Crus)




Morfologi aves terdiri dari empat bagian yakni : Caput (kepala), Collum (cervix) yang panjang yang diselubungi bulu, Truncus yang diselubungi bulu dan extremitas, dan cauda yang pendek. Selain itu terdapat juga bagian uropygial gland yang berguna untuk menahan pergerakan feses keluar pada saat terbang dan aktifitas lain dan juga fungsi dari cauda tersebut adalah untuk memberi rangsangan perkelupasan pada bulu untuk mengeluarkan telur atau kotoran.














Pada kegiatan dua, yaitu mengamati bulu plumae, plumulae, dan filoplumae
.
                        Gambar 4.8
Bulu plumae merupakan bulu dominant dan lebih besar yang menyelubungi tubuh ayam. Bulu plumulae yaitu sebagian bulu yang berbentuk panjang dan dominant pada ekor aves. Bulu filoplumae yaitu bulu-bulu yang kecil yang berbentuk jarum yang tidak di sembarang tempat pada tubuh aves. Gerakan bulu dengan extremitas atas pada aves akan membuat aktivasi atau pergerakan yang cepat untuk mengambil oksigen (O2) dan menyimpanya sebagai udara cadangan, (Soemadji.MS,2003). 1. Plumae
Terdiri atas bagian-bagian :
o Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
o Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
o Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
o Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis.
o Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae.

2. Plumulae
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek, rachis agak mereduksi, serta barbae yang panjang dan fleksibel.
3. Filoplumae
Berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.
4. Remiges
Remiges merupakan bagian bulu yang menutupi bagian sayap, mempunyai bagian pangkal bulu yang panjang.
5. Tectrices
Tectrices merupakan bagian badan dan hamper ada diseluruh bagian ayam.
6. Parapterium
bulu yang menutupi daerah bahu, bulu ini cenderung kecil dibandingkan dengan bulu tectrices dan terletak di seputaran daerah bahu.
7. Alu Spuria
Berupa bulu-bulu kecil dan terkadang ada pada ayam yang baru menetas atau ayam kecil.
 Pada kegiatan ketiga yaitu mengamati tulang-tulang extremitas (alat gerak) pada aves
                        Gambar 4.9
. Extremitas aves terdiri dari dua bagian yaitu extremitas anterior dan extremitas posterior, seluruh alat gerak itu terdapat otot-otot dan diselubungi oleh bulu. Extremitas anterior
Berupa sayap, namun ayam merupakan unggas yang tidak dapat terbang.syap ini skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan). Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os cunieforme menempel pada ulna. Persatuan antara ossa carpalia (tulang pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai tempat melekatnya.
Extremitas posterior
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan tarsalia.Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke belakang.berguna sebagai pencengkram pada dahan atau ranting pohon.
 Pada kegiatan  empat yaitu mengamati tractus digestuvus dan trectus urogenitalis pada aves
                                    4.10
. Trectus digestivus pada aves merupakan organ-organ utama pada tubuh aves. 1. Paruh
Ayam tidak mempunyai  bibir, lidah, pipi dan gigi sejati,  bagian mulut atas dan bawah tersusun atas lapisan tanduk, bagian atas dan bawah mulut dihubungkan ke tengkorak dan berfungsi seperti engsel (North, 1978).
2. Lingua
Lidah unggas keras dan runcing seperti mata anak panah dengan arah ke depan. Bentuk seperti kail pada belakang lidah berfungsi untuk mendorong makanan ke oeshopagus sewaktu lidah digerakkan dari depan ke belakang. Lidah berfungsi untuk membantu menelan makanan. Kelenjar saliva mengeluarkan sejenis mukosa yang berfungsi sebagai pelumas makanan untuk mempermudah masuk ke oesophagus.
3. Pharynx
Pharynx merupakan saluran yang berbentuk seperti corong, terletak pada batang tenggorokan dan dipisahkan oleh glottis antara pharynx dan larynx.
4. Ingluvies
Ingluvies/Crop mempunyai bentuk seperti kantong atau pundi-pundi yang merupakan perbesaran dari oesophagus. Pada bagian dindingnya terdapat banyak kelenjar mukosa yang menghasilkan getah yang berfungsi untuk melembekkan makanan. Crop berfungsi menyimpan dan menerima makanan untuk sementara sebelum masuk ke proventriculus.
5. Esophagus
Oesophagus merupakan saluran memanjang berbentuk seperti tabung yang merupakan jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok dan perbatasan pharynx pada bagian atas dan proventriculus bagian bawah.
6. Proventriculus
Proventriculus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus dan juga merupakan perut sejati dari ayam. Juga merupakan kelenjar, tempat terjadinya pencernaan secara enzimatis, karena dindingnya disekresikan asam klorida, pepsin dan getah lambung yang berguna mencerna protein.
7. Ventriculus
Ventriculus/Gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang pemasukkan  berasal dari proventriculus dan bagian bawah lubang pengeluaran menuju ke duodenum.Besar kecilnya empedal dipengaruhi oleh aktivitasnya, apabila ayam dibiasakan diberi pakan yang sudah digiling maka empedal akan kecil.
8. Duodenum
Duodenum berbentuk mirip huruf U.Dimana pada bagian duodenum disekresikan enzim pankreatik yang berupa enzim amilase, lipase dan tripsin.
9. Intestinum tenue
Usus kecil memanjang dari ventriculus sampai usus besar dan terbagi atas tiga bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum.Terdapat selaput mukosa pada dinding usus halus memiliki bentuk yang lembut dan menonjol seperti jari yang berfungsi sebagai penggerak aliran pakan dan memperluas permukaan penyerapan nutrien.
10. Caecum
Ceca terletak diantara usus kecil dan usus besar dan pada kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Usus buntu mempunyai panjang sekitar 10 sampai 15 cm dan berisi calon tinja.

11. Rectum
Rectum merupakan bagian diantara usus besar dan cloaca.Usus besar berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali dari diameter usus kecil dan berakhir pada kloaka. Usus besar paling belakang terdiri dari rektum yang pendek dan bersambungan dengan kloaka.
12. Cloaca
merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur dan juga tempat dikeluarkannya kotoran.dimana ayam mempunyai satu lubang untuk 3 saluran.
 sedangkan tractus urogenitalis merupakan organ reproduksi pada aves
.
                        Gambar 4.11
 • Ovarium
Ovarium adalah tempat sintesis hormon steroid seksual, gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan kuning telur (folikel).

1. Sel telur kecil
Ialah sel telur yang umurnya masih muda atau belum berkembang berjumlah bisa mencapai puluhan dalam satu induk ayam.
2. Sel telur Matang
Sel telur yang telah matang dan siap melalui tahap selanjutnya yaitu pembentukan putih telur dan cangkang.proses pembentukan telur lebih kurang selama 25 jam.
3. Stigma
Stigma merupakan pembuluh darah yang terdapat pada kuning telur dan berwarna merah.
• Oviduct
Tempat menerima kuning telur masak, sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. Pada unggas umumnya dan pada ayam khususnya, hanya ovarium kiri yang berkembang dan berfungsi, sedangkan yang bagian kanan mengalami rudimenter.
1. Ostium
Lapisan berbentuk seperti mulut yang berlubang berfungsi sebagai penangkap kuning telur yang telah matang.terletak berdekatan dengan infundibulum.
2. Infundibulum
Panjang 9 cm fungsi untuk menangkap ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30 menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa sebelum terjadi pembuahan.
3. Magnum
Bagian yang terpanjang dari oviduk (33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.
4. Isthmus
Mensekresikan membran atau selaput telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1 jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh darah sehingga memberikan warna merah.
5. Uterus
Disebut juga glandula kerabang telur, panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.
6. Vagina
Bagian ini hampir tidak ada sekresi di dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina dengan cepat, yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/) dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.
7. Cloaca
Merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu berkembang
Kemudian pada kegiatan lima yaitu mengamati enchepalon aves yang dapat dilihat oleh adanya pembedahan oranium ayam. Otak tersebut berbentuk jejenan usus halus yang melengkup.





4.1.3.Amphibia
                        Pada praktikum amphibi ada 4 (empat) kegiatan yang dilakukan.Pada kegiatan pertama, yaitu mengamati morfologi pada katak, pada amphibi ini terdapat bagian morfologinya yakni :caput (kepala), truncus( badan), dan extremitas. Extremitasnya ada 2 bagian yakni extremitas anterior dan extremitas superior.


                                    Gambar 4.12
 Amphibi mempunyai ciri-ciri, tubuhnya diselubungi kulityang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin atau poikiloterm, amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya berfungsi untuk melompat dan berenang diair, pernafasan pada saat masih kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru. (Anonim: 2011).
            Kemudian pada kegiatan dua yatu, mengenai organ dalam cavum oris. Pada cavum oris yang dibukakan terdapat bagian-bagian pada cavum oris (mulut) tersebut yaitu deretan gigi,paletum rahang,lidah,perlekatan lidh,labium superior,dasar mata,lubang hidung yang ada di dalam rongga mulut,dan perllekatan lidah.
 
                        Gambar 4.12
Hal ini sama dengan pendapat (sudjadi,Bogod,dkk.2007)menyatakan bahwa lidah yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut,pada permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil,di lapisi olehlendir,dapat di julurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa.Lingua di songkong oleh oshyoid(berupa tulang rawan)yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas.
            Pada kegiatan ketiga yaitu mengamati  alat-alat visceral  pada katak
            Gambar 4.14

            Setelah melakukan pengamatan pada amphibi,terlihatlah bagian-bagian tractus digestivus yaitu terdiri dari cavum oris,oesophagus,ventriculus,ductus pancreaticus,visica fallea,ductus cysticus,ductus hepaticula,ductus choleductus,pancreas,hepar,intestinum tannue,intestinum crasum,cloaca,muara cloaca.hal ini sama dengan pendapat(sudjadi,Bogod,dkk.2007)yaitu alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris,di batasi oleh maxille(rahang atas),atap pada sebelah atas,sedang osyoid kemudian di lanjutkan oleh pharynk,oesophagus,ventriculus,daan intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh.
            Pada kegiatan ke empat yaitu mengamati enchepalon pada katak.
                        Gambar 4.15
            Ordo Anura merupakan ordo yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan Ordo lainnya. Anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jari-jarinya. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal. (Muetya : 2011)
4.1.4.Pisces
            Pada praktikum pisces ada tujuh kegiatan yang di lakukan,pada kegiatan pertama yaitu melihat bentuk morfologi ikan.
                        Gambar 4.16
Setelah mengamati morfologi pada cyprinus carpio terlihtlah bagian luarnya yaitu terdapat cranium(kepala),truncus(badan),cauda(ekor) dan terdapat mulut,linea lateralis,sirip,sungut,sisik.hal ini sama dengan pendapat(Radiopoetra.2007)  menyatakan bahwa Tubuh ikan terdiri atas caput, truncus, dan cauda, diantara mana   tidak ada batas yang nyata sebagai batas antara caput dan truncus dipandang tepi caudal operculum dan sebagai batas antara truncus dan ekor dipandang anus. Ikan-ikan yang dapat berenang cepat berbentuk seperti torpedo. Tetapi Cyprinus lebih pendek, lebih pipih kearah bilateral dan lebih lebar ka arah dorsoventral
            Pada kegiatan kedua yaitu melihat bentuk sisik secara mikroskopis.
 
                                    Gambar 4.17
Setelah mengamati sisik ikan mas pada mikroskop tampaklah bagian bagian pada sisik ikan terseb ut yaitu curculio,lateral field,primary radii,focus,posterior field.sisik ini menutupi tubuh ikan mas,sisik-sisik berada dalam corium yang terdiri dari jaringan pengikat  yang merupakan exoskeleton bagi ikan.sisik terbuat dari jaringan tulang,bentuk sisk ganoid berbentuk pipih dan bulat karena itu termaduk cyrloid.hal ini sama seperti pendapat (Riki, 2010)yang menyatakan  Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform, depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform.
            Pada kegiatan ketiga yaitu melihat linea lateralis.Linea lateralis merupakan garis membujur pada kedua sisi truncus mulai dari bagian belakang kepala sampai ke pangkal ekor.Liinea lateralis ini tampak pada tubuh ikan mas,dan hal ini sama dengan pendapat (sukarsi.2004)menyatakan bahwa linea lateralis adalah garis yang di bentuk oleh pori pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan bersisik maupun ikan yang tidak bersisik.sedangkan pada ikan mas mempunyai satu buah garis linea lateraalis,
                        Gambar 4.18
            Linea lateralis berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air sehingga ikan mengenal kedudukannya di dalam air.
            Pada kegiatan  keempat yaitu melihat organ organ yang terdapat dalam rongga dada dan perut
.

                                                Gambar 4.19
            Setelah di amati,tampaklah  Organ-organ yang terlihat setelah di amati adalah vescia(gelembung renang),ada dua bagian anterior dan posterior,warna putih mengkilap,letaknya berdekatan dan sejajar dengan cavum vertebralis ,berguna untuk timbul tenggelamnya ikan.saluran untuk memasukkan dan mengeluarkan udara yang tergantung dari esophagus ke vesica nataria bagian posterior di sebut ductus pneumaticus. Campbell ( 2003:256 ) menyatakan bahwa kelas Osteichthyes hampir semua ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya sering tertutupi oleh sisik pipih bertulang yang berbeda strukturnys dsri sisik berbentuk pada hiu. ikan bertulang keras bernapas dengan melewatkan air melalui empat atau lima pasang insang yang terletak di dalam ruangan-ruangan yang ertutup oleh suatu penutup pelindung yang disebut operculum. Reproduksi ikan bertulang keras bervariasi. Sebagian besar species adalah hewan ovipar, yang bereproduksi dengan fertilisasi eksternal setelah betina melepaskan sejumlah besar telur kecil.
            Pada kegiatan ke lima yaitu melihat system musculus pada ikan mas
. Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform, depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform. (Riki, 2010)
Pada kegiatan ke enam yaitu mengamati apparatus respiratoris pada ikan mas.
                                    Gambar 4.20

setelah di lakukan pengamatan tampaklah bentuk dari insang dari ikan mas yaitu berbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan bentuknya seperti bulu mata pada manusia.hal ini sama dengan pendapat .
(Bayu; 2009).menyatakan bahwa Ikan bernapas menggunakan insang. Insang terbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari ingsang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darh. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Pada ikan bertulang sejati (osteichthyes) ingsangnya dilengkapi dengan tutup ingsang (operkulum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (chondrichthyes) ingsangnya tidak mempunyai tutup ingsang.
Pada kegiatan ke tujuh yaitu mengamati enchepalon ikan
                        Gambar 4.21

            Setelah mengamati enchepalon pada ikan dapat kita ketahui bagaimana bentuk enchepalon dari ikan mas tersebut.bagian bagiannya yaitu olfactory lobe,cerebral hemisphele,pineal gland,diencephalon,optic lobe,cerebellum,fourth ventricle dan mendulla.enchepalon pada ikan mas bentuknya agak memanjang  dan ramping di bandingkan dengan enchepalon katak yang bentuknya hamper seperti otak manusia.

4.2.BOTANI
4.2.1Sitologi
            Dalam praktikum sitologi ada 3 (tiga) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan satu, yang telah dilakukan yakni mengamati struktur sel mati dan sel hidup pada manihot utilissima dan allium cepa. Diperoleh hasil bahwa pertama, pada struktur sel umbi lapis Allium cepa (bawang meran) terdapat sel hidup, atau selnya disebut protoplasma. Dalam struktur sel terdapat sitoplasma dan nukleus (inti sel). Struktur umbi lapis yang demikian tidak baik untuk dikonsumsi.Berikut adalah klasifikasi dari Allium cepa.
Struktur sel Allium cepa (bawang merah)    
 Klasifikasi bawang merah
 
                        Gambar 4.21   
  Kingdom       : Plantae
  Sub kingdom : Tracheobionta
  Sub divisi      : Spermatophyta
   Divisi            :  Magnoliophyta
   Kelas             : Liopsida  
   Sub kelas      : Liliade
   Ordo             :  Liliace
   Famili          :   Liliaceae
   Genus          :   Allium
   Spesies        :   Allium cepa
Perbesaran pada 10/ 0,25 kali.
  Kedua, pada struktur sel empulur ubi kayu (Manihot utilissima) terdapat sel-sel mati, hal ini terlihat pada mikroskop dengan tidak ditemukannya gerakan-gerakan yang berupa sel. Dan struktur selnya hanya terdiri dari dinding sel. Jadi perbedaan kedua struktur sel objek tersebut yaitu terdapat pada bagian selnya, inti sel, dan bentuk sel keseluruhan.Berikut klasifikasi dari  manihot utilissima.
Struktur sel empulur ubi kayu (Manihot utilissima)

                        Gambar 4.22    
Klasifikasi  ubi kayu                                                  
Kingdom         : Plantae
Sub kingdom   : Tracheobionta
  Kelas               : Dicotyledoneae
Sub kelas         : Archiclamydeae
 Ordo                : Tuphorbiales
Famili              : Euphorbiaceae
Sub famili        : Manihot
Genus              : Manihot
Spesies            : Manihot utilissima
 Perbesaran pada 10/ 0,25 kali.
 Kemudian pada kegiatan dua, yaitu mengamati struktur plastida pada daun Hydrilla verticillata, kulit buah capsicum annum, dan solanum tuberosum (kentang).hasil pengamatan bahwa pertama, pada struktur sel Hydrilla verticillata terdapat plastida yang disebut dengan Kloroplas (pigmen warna hijau pada daun), kloroplas tersebut berfungsi untuk memberi pimen pada daun.Berikut adalah klasifikasi dari daun hidrilla ferticillata.
 Struktur sel dan plastida pada Hydrilla verticillata
                                                                        
                 
                        Gambar 4.23                                                                
 Perbesaran pada 10/ 0,25 kali
Struktur sel dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Setiap orgasme tersusun dari salah satiu tipe struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau eukariotik. Sel prokariotik hanya terdapat pada kingdom atau dunia monera dunia archaebacteria, dan dunia eubacteria. Sementara itu , dunia plantae, animali, dan dunia protista mempunyai struktur sel eukariotik (Trijoko 2005: 6).
Pengamatan  Kedua yaitu, pada kulit buah capsicum annum (cabai merah), pada struktur selnya terdapat plastida yang mengandung warna merah. Plastida tersebut adalah kloromoplas. Kloromoplas memberi warna pada berbagai bagian alat tumbuhan. Namun, tidak seluruh warna pada tumbuhan disebabkan oleh pigmen dalam plastida, sebab dalam cairan vakuola juga dapat ditemukan sebagai zat warna.  Macam-macam  pigmen pada kromoplas, misalnya :
         Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.
         Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta.
         Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan        Chrysophyta.
         Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
         Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.
 Struktur sel dan plastida pada kulit buah capsicum annum (cabai merah)
            Gambar 4.24
Perbesaran pada 10/ 0,25 kali
Ketiga, pada struktur sel solanum tuberosum (kentang) terdapat plastida yang disebut leucoplast. Leukoplast ini tidak berfungsi dalam memberikan warna, struktur sel yang dimiliki oleh kentang ini adalah sel-sel mati. Jadi perbedaan ketiga objek diatas yaitu terletak pada struktur selnya, bentuk sel, dan bentuk plastida yang dimiliki.
            Gambar 4.25
            Pada kegiatan ke tiga, yaitu melihat struktur pati pada tepung kacang kedele, tepung kacang hijau, pisang, tepung jagung, tepung ubi kayu, dan kentang.
 Dari hasil pengamatan yang pertama yaitu,pada struktur sel tepung kacang kedele terdapat bentuk pati yang menyebar pada permukaan sel dan bentuk selnya bulat lonjong. Sel kacang ini terdapat bintik hitam yang sangat jelas sekali, karena semakin jelas bintik tersebut maka sel tersebut sangatlah baik dan bereproduksi swsangat cepat. Sel ini terdiri dari dinding sel inti dan terdapat pula sitoplasma. Dinding sel berfungsi sebagai peindung bagi inti sel dan tempat transport electron.


Klasifikasi Kacang Kedelai
          Gambar 4.26
Kingdom                      : Plantae
Divisi                            : Magnoliophyta
Kelas                           : Magnoliopsida
Ordo                            : Fabales
Famili                           : Fabaceae
Genus                          : Glycine
Spesies                                    : Glycine max
Semua sel prokariotik mempunyai membrane plasma, nukloid berupa DNA dan RNA, serta sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membrane inti. Ciri lain adalah tidak memiliki sistem endo membrane (membrane dalam) seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai stuktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofom (Trijiko, 2005: 6).

Pengamatan ke Kedua yaitu, pada tepung kacang  hijau Hasil penelitian menunjukkan bahwa pati kacang hijau berbeda dengan pati kacang-kacangan lainnya secara signifikan (15,19,20,26-29) dalam hal kandungan amilosanya,  tingkat aksesibilitas air dan amilase ke daerah amorf granula pati, tingkat asosiasi rantai pati dalam daerah amorf dan kristal, serta intensitas Difraksi sinar-X. Perbedaan-perbedaan ini mempengaruhi variasi factor pembengkakan, pencucian amilosa, enzyme digestibility, parameter gelatinisasi dan tingkat retrogradasinya.
Pada butir pati kacang hijau (Phaseolus radiates), berdasarkan letak hilumnya masuk pada kategori butir pati konsentris dan terdapat keretakan / korosi pada butir pati tersebut karena sebagian amilumnya itu digunakan untuk tumbuhan itu sendiri yang mungkin disebabkan untuk perkecambahan.kacang  hijau struktur selnya berukuran kecil, pati menyebar pada nukleus (inti sel) dan memiliki induk sel pada rongga. Bentuk karakteristik selnya yaitu : sel berbentuk bulat, memiliki nucleus (inti sel), tidak mengandung kloroplas (pigmen), struktur pati menyebar pada seluruh permukaan sel, dan terdapat ruang antar sel.



Klasifikasi Kacang Hijau
Kingdom                     : Plantae
Divisi               : Magnoliophyta
Kelas               : Magnoliopsida
Ordo                : Fabales
Famili              : Fabaceae
Genus               : Vigna
Spesies             : Vigna radiate
Semua sel eukariotik memiliki membrane inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki sentriol (Trijoko, 2005).

Pengamatan ke Ketiga yaitu, struktur sel pada pisang yaitu berukuran kecil dan ada juga yang besar. Bentuk karakteristik selnya yaitu :sel berbentuk bulat, memiliki nucleus (inti sel), struktur pati menyebar sebagian dan sircular pada 2 bagian, dan struktur sel merupakan sel mati. Butir pati merupakan sarana bagi tanaman untuk menyimpan energy mereka diproduksi oleh berbagai macam tanaman dan campuran amylase dan alfa amilopektin. Pati pisang memiliki bentuk sel yang unik karena hampir menyerupai gelembung air yang sedang terbang dan terdapat inti sel setiap gelembung tersebut juga terdapat membrane sel.

Klasifikasi Pisang
Kingdom          : Plantae
Divisi           : Magnoliophyta
Kelas            : Liliopsida
Ordo             : Zingiberales
Famili           : Musaceae
Genus            : Musa
Spesies          :  Musa paradisiaca
Pengamatan yang  Keempat yaitu, pada tepung jagung bentuk selnya halus dan besar. Bentuk karakteristik selnnya yaitu : sel berbentuk bola, memiliki nukleus (inti sel), terdapat inti sel, dan bentuk pati ada 2 bagian: menyebar sebagian pada belahan sel, dan menyebar tidak rata (seperti bulu rangkut/sikat tabung). Kelima, pada tepung ubi kayu  struktur selnya kecil dan dilingkupi oleh inti sel. Bentuk karakteristik selnya yaitu : sel berbentuk biji buah, terdapat inti sel diantara dinding sel, struktur pati menyebar rata dipermukaan sel. Gelembung coklat kebeningan pada struktur sel kulit kentang disebut dengan leucoplast, Anshory.S (1990).Sel jagung termasuk juga dalam sel eukariotik yang mempunyai DNA terletak diinti, mitokondria dan kloroplas.
1.      Inti mengandung DNA. 2.      Mitokondria mengandung jumlah yang relative kecil DNA diatur dalam molekul-molekul melingkar. DNA ini hanya membawa beberapa gen mitokondria. Kebanyakan mengandung informasi genetis tentang mitokondria itu sendiri hadir dalam nucleus.3. Kloroplas juga mengandung jumlah terdapat DNA dalam pengaturan melingkar atau lileare seperti di mitokondria.
Klasifikasi Jagung
Kingdom                      : Plantae
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas              : Liliopsida
Ordo                : Poales
Famili              : Poaceae
Genus               : Zea
Spesies             : Zea mays
Sel ubi kayu banyak mengandung karbohidrat dimana mempunyai bentuk sel yang hampir serupa dengan sel bawaan. Pada sel ubi kayu ini terdapat rongga yang sangat besar sehingga inti dan membrah sel tidak terlalu jelas.

Pengamatan yang keenam yaitu,Pada butir pati singkong (Manihot utillissima), butir patinya masuk kedalam kategori butir pati konsentris. Ubi kayu (singkong) ini terdiri dari dua spesies, yaitu Manihot utilisima dan Manihot esculenta, dari famili Eupharbiaceae. Umurnya secara umum adalah antara 6-12 bulan.
Klasifikasi ubi kayu
Kingdom              : Plantae
Divisio              : Magnoliophyta
Kelas                 : Magnoliopsida
Ordo                 : Euphorbiales
Famili               : Euphorbiaceae
Genus                : Manihot
Species              : Manihot utilisima

Pengamatan ke tujuh yaitu,Pada Kentang, perubahan berkala yang mengakibatkan adanya lapisaan berasal dari dalam (endogen). Dalam butir tersebut.Pada butir pati kecil, hilum biasanya menjadi eksentris (tidak di pusat). Jika dalam plastida terbentuk lebih dari satu butir pati, maka butiran tersebut akan segera saling menyentuh dan membentuk butir majemuk. Dengan demikian dikenal butir majemuk seperti pada pati gandum (Avena) dan padi (Oryzasativai), pati setengah majemuk pada kentang, dan butir pati tunggal seperti pada pati irut (Maranta).
 Jika butir pati mengisi sel hingga penuh, maka tepinya bersudut. Posisi hilum, bentuk dan ukuran butir, serta sifat butir tunggal atau majemuk memungkinkan identisifikasi spesies tumbuhan penghasilan butir pati yang bersangkutan.

     Klasifikasi kentang

Kingdom               : Plantae
Divisi                : Magnoliophyta
Kelas                 : Magnoliopsida
Ordo                  : Solanales
Famili                : Solanaceae
Genus                 : Solanum
Spesies               : Solanum tuberosum
Perbedaan pertama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa yunani pro, yang artinya “sebelum” dan karyon,ng artinya ”kernel”, yang di sini disebut nukleus. Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti “sebenarnya“, dan karyon) memilki nuklues sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus (Hidayat, 2000).


4.2.2.Morfologi tumbuhan

            Dalam praktikum morfologi tumbuhan ada 3 (tiga) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan satu yaitu mengenal bentuk umum dari rumput, bahwa rumput- rumputan merupakan bahan pakan hijauan ternak. Dan morfologi pada rumput terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan biji. Seperti halnya pada kegiatan ini terdapat morfologis dari beberapa jenis rumput.
Pada kegiatan 1 terdapat 4 pengamatan,Pada pengamatan Pertama yaitu, pada panicum maximum (rumput benggala) terdapat morfologisnya sebagai berikut: termasuk tumbuhan tidak lengkap karena tidak ada tangkai daun, mempunyai lembaran daun, terdapat bagian pelepah daun, daunnya menyirip, batang berarus sircular batang, bunga dan strukturnya berbentuk bulat berwarna coklat, termasuk kelompok bunga rumput, tumbuh di daerah tropis, berakar serabut, termasuk angiospermae (berbiji tertutup), dan merupakan monokotil. Panicum maximum (rumput benggala)
Klasifikasi Panicum maximum                               
Divisi   : Angiospermae
Klass   : Monocotyledoneae                                                                                 
Ordo    : Graminales                                                                                
Family : Graminaceae                                                                                          
 Genus  : Panicum                                                                                                
Spesies : Panicum maximum


Kedua, pada pannisetum purpureum (rumput gajah) terdapat morfologi sebagai berikut : lengkap dengan struktur tubuh, bentuk daun meruncing dan berlekuk, berdaun sejajar, berakar serabut, terdapat pelepah daun, batang beruas-ruas, terdapat garis dasar pada helaian daun, hidup di daerah tropis, merupakan monokotil. .Pannisetum purpureum (rumput gajah)                      
     Klasifikasi  Panisetum purpureum            
Divisi   : Angiospermae                                                                                      
Klass   : Monocotyledoneae                                                                        
Ordo    : Graminales                                                                            
Family : Graminaceae                                                                             
Genus  : Pannisetum                                                                              
Spesies : Pannisetum purpureum
Pada pengamatan ke Ketiga yaitu, king gras (rumput raja) memiliki morfologi sebagai berikut : lengkap dengan organ tubuh, struktur dau tidak sempurna, berdaun tunggal, bersirif sejajar, batang berbentuk silindris dan persegi, berakar serabut, hidup ditempat kering, struktur daun  kasar, termasuk monokotil. King gras (rumput raja)
 
                   Gambar 4.27
   Klasifikasi  King gras                                   
Divisi   : Angiospermae                                                                                       
Klass   : Monocotyledoneae                                                                        
Ordo    : Graminales                                                                                         
Family : Graminaceae                                                                            
Genus  : King                                                                                                         
Spesies : King gras                                                                                      
Pengamatan yang Keempat yaitu, brachiaria decumbens memiliki morfologi sebagai berikut : memiliki organ tubuh, tumbuhan tidak lengkap, berakar serabut, bentuk daun meruncing, tidak memiliki batang, dan termasuk monokotil. Dari morfologi  rumput tersebut menjelaskan bahwa rumput (graminae) lebih dominan dalam menghasilkan daun, dan termasuk tumbuhan yang monokotil (berkeping satu). Domisili graminae sangat erat dengan sirkulasi pada jalur dan rantai makanan yang merupakan hijauan ternak utama pada Animal’s graminae, Verma.J,S (1991).
     Klasifikasi  Brachiaria decumbens 
     
          Gambar 4.28                         
Divisi   : Angiospermae                                                                          
Klass   : Monocotyledoneae                                                                         
Ordo    : Graminales                                                                                          
Family : Graminaea                                                                            
Genus  : Brachiaria                                                                                            
Spesies : Brachiaria decumbens                                                                                     
Pada kegiatan kedua yaitu mengenal bentuk dari leguminosa. Hasil pengamatan morfologis pada leguminosa (kacang-kacangan) dapat di jelaskan berdasarkan objek leguminosa pada praktikum ini.
Pengamatan Pertama yaitu, pada stylosantes humillis memiliki morfologi sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga, berdaun majemuk dengan tiga helaian, memiliki tangkai daun, berakar tunggang, bersirif tungal, hidup di tempat yang kering, termasuk tumbuhan  berdaun lengkap, bentuk batang bengkok dan menjalar, bunga dominant berwarna terang, dan termasuk dikotil.
     Klasifikasi  Stylosantes humillis                              
Divisi   : Spermatophyta                                    
  Spesies : Stylosantes humillis                                                          
Klass   : Dicotyledoneae                                                                       
Ordo    : Leguminales                                                                               
Family : Leguminales                                                                             
Genus  : Stylosantes
             Pada pengamatan Kedua yaitu pada  callopogonium muconoides terdapat morfologi sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga, berdaun tunggal, berakar tunggang, struktur daun tidak lengkap, batang tumbuh merambat, memiliki sulur (tempat untuk merambat), hidup ditempat lembab dan kering, dan termasuk dikotil.
 
                   Gambar 4.29
 Klasifikasi  Callopogonium muconoides                                 
Divisi   : Spermatophyta                                   
Klass   : Dicotyledoneae                                                                                                             
Ordo    : Leguminales                                                                                                                           
Family : Leguminaceae                                                                                                                   
Genus  : Callopogonium                                                                            
Spesies : Callopogonium muconoides                                                

Ketiga pada leucaena leucocephala ( petai cina) terdapat morfologi sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, dan daun, berdaun majemuk dan berkelompok, bentuk batang kecil dan bercabang, tulang daun menjari, berakar tunggang, hidup di daerah tropis, dan termasuk monokotil. Keempat, arachia hypogea (kacang tanah) terdapat struktur morfologinya yaitu: memiliki struktur akar, batang, daun, dan buah, berdaun lengkap, bentuk daun majemuk (menjari tingkat dua dan berkelompok), berakar tunggang, hidup di tempat yang lembab, batang meruncing seperti ranting, dan termasuk dikotil. .      Leucaena leucocephala       
                   Gambar 4.30
Klasifikasi  Leucaena leucocephala                             
Divisi   : Spermatophyta                                   
Klass   : Dicotyledoneae                                                                                                                         
Ordo    : Leguminales                                                                                                                                 
Family : Leguminaceae                                                                                                                 
Genus  : Leucaena                                                                                      
Spesies : Leucaena leucocephala                                                                   
 Dari keempat legume di atas disimpulkan bahwa leguminosa (kacang-kacangan) pada umumnya berakar tunggang dan tumbuhan yang dikotil (berkeping dua atau gimnospermae).
Pada kegiatan tiga yaitu mengenal dan membedakan bunga rumput dan leguminosa dengan objek panicum maximum dan callopogonium muconoides.pengamatan  Pertama yaitu, bunga rumput panicum maximum memiliki struktur morfologi sebagai berikut: bunga awal mirip dengan bunga jagung, bunga dewasa menyebar dan bertangkai, terdapat sepasang daun muda pembungkus bunga dasar, bunga berubah menjadi biji monokotil, dan selalu terlindungi. Panicum maximum (rumput benggala)                   
                   Gambar 4.31
Klasifikasi Panicum maximum                         
Divisi   : Angiospermae
Klass   : Monocotyledoneae                                                                      
Ordo    : Graminales                                                                 
Family : Graminaceae                                                                                      
Genus  : Panicum                                                                                           
Spesies : Panicum maximum
                                                      
Klasifikasi Zea mays                                      
Regnum  : Plantae                                                                                          Epidermis
Divisi       : Angiospermae
Kelas        : Monocotyledoneae
Ordo         : Poales                                                                                          
Famili       : Poaceae
Genus       : Zea
Spesies     : Zea mays                                                    
            Perbesaran pada  10/ 0,25 kali

4.3.3.Anatomi Tumbuhan
Pada praktikum anatomi tumbuhan terdapat empat kegiatan  yang dilakukan. Pada kegiatan pertama, yaitu melihat susunan anatomi daun. Objek yang digunakan dalam kegiatan ini adalah daun rumput gajah dan kacang tanah. Pertama, pada daun rumput gajah, struktur anatomi daunnya menunjukkan adanya ikatan pembuluh dan palisade parenchyma, tetapi tidak memiliki korteks. Struktur sel berbentuk pita ranjang dan mengandung  kotak persegi.
                        4.32
Yang  Kedua yaitu, pada daun kacang tanah (arachia hypogea)
,
                        4.33
            struktur anatominya menunjukkan anatomi daun adanya guard cell, stomata, dan epidermis. Struktur selnya berbentuk bunga karang dengan inti sel yang besar. Dari struktur anatomi kedua daun objek diatas disimpulkan bahwa anatomi daun monokotil berbeda dengn dikotil yakni terletak pada organ tubuh yang dimiliki, bentuk sel, dan struktur selnya. Tumbuhan dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae. Monokotil adalah tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah karena hanya memiliki satu daun lembaga.
Pada kegiatan kedua, yaitu mengamati anatomi batang monokotil dengan objek yang digunakan adalah batang pannisetum purpureum, panicum maximum, dan zea mays.
  Pertama, pada anatomi batang pannisetum pupureum
Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
 terdapat struktur melintang batang monokotil yang mempunyai bagian epidermis, kortex, dan ikatan pembuluh. Kortexnya terdiri dari tiga bagian. Kedua pada anatomi panim maximum terdapat struktur yang mengandung bagian kortex, epidermis, dan ikatan pembuluh pada anatomi batang monokotilnya. Kortexnya berbentuk biji buah yang besar dan sebagian dilapisi oleh ikatan pembuluh.
 Ketiga pada anatomi batang zea mays
Menurut literatur pada akar tumbuhan dikotil, di antara xylem dan floem terdapat kambium, sedangkan pada akar tumbuhan monokotil di antara xylem dan floem tidak di jumpai kambium. Kambium merupakan titik pertumbuhan sekunder kearah dalam membentuk xylem dan kearah luar membentuk floem. Sedangkan pada batang monokotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang tua sama. Dan untuk batang dikotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang muda berbeda yaitu di temukannya empelur pada batang muda dan sebaliknya pada batang tua (Atinirmala, 2006).struktur anatomi batangnya mengandung bagian epidermis, ikatan pembuluh, dan kortex. Kortexnya melapisi permukaan ikatan pembuluh dan ikatan pembuluh mirip stomata. Dari anatomi batang ketiga objek dapat disimpulkan bahwa batang monokotil mengandung ikatan pembuluh yang tersebar dan memiliki  ruang antar sel untuk pertukaran gas yang dilapisi cutin.
Pada kegiatan ketiga yaitu  mengamati anatomi batang tumbuhan dikotil, dengan objek yang digunakan  adalah batang kacang tanah, batang kacang hijau, dan ricinus comunis (tumbuhan jarak). Pertama pada anatomi batang kacang tanah struktur anatominya mengandung bagian epidermis, kortex, primary floem, primaey xylem dan cambium.primary floemnya berbentuk rumpun bunga yang dikelilingi oleh primary xylem.
. Kedua pada anatomi batang kacang hijau terlihat jelas bahwa struktur anatominya mengandung tiga bagian yakni primary xylem, korteks dan epidermis. Korteksnya merupakan bulu pembentuk lapisan lingkaran pada batang tersebut. Ketiga pada anatomi batang ricinus comunis terlihat struktur anatominya mengandung bagian epidermis, korteks, dan ikatan pembuluh. Ikatan pembuluhnya dikelilingi oleh korteks, sehingga struktur anatominya berbentuk kepingan mata dadu
Penambahan jaringan seperti itu mengakibatkan tulang daun tengah itu agak tersembul di atas permukaan helai daun. Ikatan pembuluh kecil dalam mesofil dikelilingi oleh satu atau dua lapis sel tersusun rapat yang bersama-sama membentuk seludang pembuluh. (Tim Dosen Pendidikan Biologi)
. Dari anatomi batang ketiga objek disimpulkan bahwa batang dikotil mengandung ikatan pembuluh yang terletak teratur dan dinding luar batang sangat rapat dengan epidermis yang mengandung  cutin untuk menghambat air masuk pada batang.Epidermis yang mengandung cutin yang tebal akan membentuk struktur kulit luar pada tumbuhan menjadi kasar, sehingga penampakan fisik anatominya kurang menarik,( Gembong tjitrosoepomo,(2003).
Pada kegiatan keempat, yaitu melihat susunan anatomi akar pada objek yang digunakan yaitu: akar Zea mays dan Ricinus comunis Daun merupakan bagian tumbuhan yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun.
 Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan tidak pernah terdapat pada bagian yang lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang tempat duduknya atau melekkatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak hijau pula.
 Bagian tumbuh-tumbuhan ini mempunyai umur yang terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi perang. (Gembong Tjitrosoepomo)
 Pertama, pada anatomi akar Zea mays struktur anatominya terdiri dari epidermis, endodermis, korteks, cambium, xylem, dan floem. Xylem dan floemnya berdekatan rapat saling mengelilingi. Kedua, pada anatomi akar Ricinus comunis struktur anatomi akarnya terdiri dari epidermis, endodermis, floem, xylem, dan cambium. Pada anatomi akarnya korteks tidak terlihat dengan jelas. Dari anatomi akar kedua objek disimpulkan bahwa anatomi akar adalah menstruktur akar yang terbentuk embrio menjadi dua bagian yaitu tunggang dan serabut, dimana tunggang pada dikotil dan serabut pada monokotil. Dan struktur akar secara umum terdiri dari dua bagian yaitu akar primer dan akar sekunder.






















BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
            Sel merupakan unit terkecil dari organisme hidup yang memiliki fungsi struktural, fungsional dan hereditas. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada tahun 1665, yang mengamati sayatan tipis gabus botol dengan mikroskop yang dibuatnya sendiri.
            Morfologi tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat di dilihat dengan mata biasa.secara umum,tumbuhan tingkat tinggi dibagi atas dua sub divisi yaitu tumbuahan biji tertutup.tumbuhan biji tertutup (angiospermae).
            Anatomi tumbuhan adalah ilmu botani yang mempelajari bentuk dan susunan bagian dalam dari tumbuhan tumbuhan.secara umum anatomi tumbuhan  mencakup tiga bagian : sel , jaringan tubuh ,organ tubuh.
            Jenis ikan yang sering dikonsumsi manusia adalah Ordo Teleostei,berdasarkan hal yang demikian maka untuk mempelajari morfologi dan anatomi pisces ini maka dipilih Ordo Teleostei,yaitu ikan mas ( Cyprinus Carpio). Tumbuhan Cyprinus Carpio dapat dibagian tiga bagian yaitu caput,truncus,cauda.
            Amphibi merupakan vertebrata yang kali pertama memulai kehidupan diair lalu didarat.alasan memilih Rana Sp  memiliki kelas ini karana genus ini mudah memperoleh dan diamati.
            Kalau aves mudah dibedakan dengan kelas hewan lainya yaitu adanya bulu yang dapat menutupi tubuhnya. Extremitas anterior yang bermodifikasi memiliki sayap dan beak (paruh) yang tersusun dari zat tanduk.
            Kelinci  termasuk hewan menyusui (mamalia).karena mempuyai kelenjar susu yang berguna untuk menyusui anaknya.
5.2.Saran
            Dalam pratikum biologi ini hendaknya pratikan memperhatikan dan dapat melakukan pratikum dengan baik dan hati-hati supaya pratikum ini dapat berlangsung dengan baik sehingga apa yang dipelajari dan doperoleh dari pratikum ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari khususnya dalam bidang ilmu ternak. Selain itu hendaknya agar kekompakan lebih ditingkatkan kepada pratikan dan asisten dosen  sehingga dapat tercipta kerja sama yang lebih baik dan berguna dalam kegiatan pratikum dimasa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Andini, Diska. 2004. Biologi 2A untuk SMA Kelas XI Semester 1 Jakarta : 
          Erlangga
Anonimous. 2007. Laporan Praktikum Mamalia. http://.blogspot.com.
Anonimous. 2009. Laporan Praktikum Botani. http://mokoagow.blogspot.com.
Brotoewidjoyo. 2009. Zoology. Jakarta : Erlangga
Budi.2005. Zoology Vertebrata. Jakarta Erlangga
Cahyono. 2000. PISCES EDISI 2. Medan : Rajawali Pers
Campbell. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi kelima. Jakarta : Erlangga
Campbell. 2004. Biologi Jilid 3 Edisi kedua. Jakarta : Erlangga
Djaburito, Mukayat. 2004. Sitologi. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press
Djaburito, Mukayat. 2003. Zoology. Yogyakarta : Gadjah Mada University
         Press
Harminto, Sundowo, Dkk. 2001. Biologi Umum. Jakarta : Erlangga
Hayati, Wanda. 2003. Zoology. Jakarta : Erlangga
Hernowo.2003. Zoology.  Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas  Negeri
Yogyakarta
http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/IlmuTernak%20UnggasEksterior.htm
http://okaok.multiply.com/journal/item/76/Laporan_Praktikum_Aves?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://biologigonz.blogspot.com/2010/03/hewan-bertulang-belakang.html
Mahardika.2006. Anatomi Tumbuhan . Jakarta : Erlangga
Nosen. 2001. General Biology.Jakarta : Cuyugoro
Radiopoetro. 2006. Zoology dan Botani. Medan : Gramedia Agent
Riki. 2010. Zoology Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Sutoppo.2005.Ilmu Botani. Meadan : Rajawali pers
Stanley, Onix. 2003. Botani. Jakarta : Erlangga
Sukiya. 2001. Biologi Vertebrata jilid 1. Yogyakarta : Fakultas MIPA
           Universitas Negri Yogyakarta
Sukiya. 2002. Biologi Vertebrata jilid 2. Yogyakarta : Fakultas MIPA
         Universitas  Negeri Yogyakarta
Suratman. 2006. Botani. http://Id. Wikipedia.org
Waisan. 2000. Biologi III. Makassar : FMIPA UNM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar