Laporan semester Biologi
BAB I
PENDAHULUAN
I.I.LATAR
BELAKANG
Zoology
adalah ilmu biologi yang mempelajari tentang struktur dan fungsi tubuh secara morfologi dan anatomi yang
terdapat pada hewan.
Mamalia
merupakan kelompok hewan yang mempunyai ciri yaitu hewan beternak, menyusui dan
bernafas dengan paru-paru. Mamalia juga
disebut hewan yang berkelenjar susu untuk menyusui anaknya. Yang mewakili
spesies ini adalah adalah kelinci yang disebut dengan tetrapoda (hewan yang
mempunyai 4 buah kaki atau 2 pasang kaki). Morfologi dari mamalia ini mencakup
4 (empat) bagian yaitu caput (kepala), truncus oleh 2 pasang extremitas, collum
(batas antara truncus dan caput), dan cauda yang pendek.Kelinci( Lepus nigricollis
)termasuk kedalam kingdom animalia dan kelasmammalia yang mempunyai berattubuh
1,35-7 kg dengan panjang 40-70 cm(Anonimous,2007).Kelinci(Lepus
nigricollis)merupakan kelompok hewan yang palingsempurna baik morfologi ataupun
anatominya karena ia mempunyai susunanorgan yang kompleks dan susunan
metabolisme didalam tubuhnya yang jugakompleks. Hewan ini banyak ditemukan
dimana-dimana.(Boolotion, 1979).Kelompok hewan ini mempunyai kelenjar mammae
(kelenjar susu) dan pada umumnya kulit tubuh ditumbuhi oleh rambut. Hampir
seluruh dunia dihunioleh anggota kelas ini, mulai dari daerah kutub sampai
kuator, bahkan di gurun pasir maupun di laut (Kastawi, 1992).Pada Pengamatan
yang telah dilakukan menggunakan kelinci sebagai perwakilan dari kelas
mammalia, karena kelinci ini sangat menarik sekali untuk dikaji lebih lanjut,
diantaranya yaitu dari segi morfologi dan anatominya, bahkansekarang ini lagi
semarak-semaraknya kelinci telah dijadikan sebagai ladang bisnis yang menggiurkan.
Dari bisnis rambut,fur atau kulit, hingga daging berkembang dengan pesat.
Aves merupakan hewan
chordata yang tubuhnya ditutupi oleh bulu. Bulu-bulu ini adalah modifikasi dari
sisik yang ditemukan pada reptilia. Selain bulu, morfologi tubuh yang mencolok
pada aves adalah alat gerak(extremites) tubuh depannya berupa sayap yang berfungsi
untuk terbang. Sayap pada aves merupakan homolog dari kaki depan pada reptilia
dan mamalia yang tersusun atas radius, ulna, humerus, tarsus, dan metatarsus.
Aves memiliki paruh yang kuat dan tidak memiliki gigi memperingan berat tubuh
agar dapat terbang. Namun, pencernaan aves dibantu oleh adanya ventrikulus dan
proventrikulus yang mampu mencerna makanannya. Aves mengalami banyak
pereduksian organ tubuh dan membentuk modifikasi-modifikasi alat tubuh guna
mendukung daya terbangnya.
Secara garis besar bagian-bagian
luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan leher, badan, kaki
dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu, kulit dan
sisik Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil. Bagian-bagian
tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci digambarkan oleh North
(1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung yang memiliki ciri khusus
yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada aves ini spesies yang
mewakili adalah ayam (Gallus gallus).
Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni suhu
tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan. Secara garis besar
bagian-bagian luar tubuh ayam jantan dan betina meliputi bagian kepala dan
leher, badan, kaki dan ekor. Bagian-bagian tubuh tersebut diselimuti oleh bulu,
kulit dan sisik Hal ini yang membedakan antara ayam dengan reptil.
Bagian-bagian tubuh luar ayam jantan dan betina tersebut secara rinci
digambarkan oleh North (1978) Aves merupakan spesies unggas atau burung yang memiliki
ciri khusus yakni mempunyai bulu yang menutupi tubuhnya. Pada aves ini spesies
yang mewakili adalah ayam (Gallus gallus).
Ciri khas dari aves ini yaitu merupakan hewan yang homoiterm yakni suhu
tubuhnya tidak dipengaruhi oleh suhu lingkungan.
Amphibi
berasal dari kata amphi,artinya rangkap dan bios,artinya kehidupan,karena
amphibian ialah hewan yang hidup dengan dua bentuk kehidupan,mula mula dalam
air tawar,kemudian di lanjutkan di darat.Fase kehidupannya berlangsung di dalam
air sebelum atas reproduksinnya masak,keadaan inni merupakan fase larva atau
biasa biasa di sebut berudu.Karena ada beberapa species yang melangsungkan
kehidupannya terus menerus di dalam air dan sebaliknya ada yang sama sekali
tidak mengalami kehidupan di dalam air,beberapa ahli sependapat menggunakan
nama betrachia (batachos=katak),meskpun pemakaian nama itu tidak
meluas.Beberapa pertimbangan memungkinkan pemilihan katak atau ran asp,untuk
mewakili classis amphibia.
Tubuh katak terdiri dari kepala (caput), truncus (badan), extremitas (anggota
badan). Pada caput (kepala), terdiri dari maxilla (rahang atas) dan mandibula
(rahang bawah), nares anterior (nares externa). Lubang hidung luar sepasang dan
menembus ke cavum oris (rongga mulut). Kepala dan badan lebar bersatu, ada dua
pasang kaki atau anggota, tak ada leher dan ekor. Bagian dalam ditutupi dengat
kulit basah halus lunak. Kepala mempunyai mulut tang lebar untuk mengambil
makanan, 2 lubang hidung/ nares externa yang kecil dekat ujung hidung yang
berfungsi dalam pernapasan, 2 mata yang besar spherik, dibelakangnya 2 lubang
pipih tertutup oleh membrane tympani yang berfungsi sebagai telinga untuk
menerima gelombang suara. Tiap mata mempunyai kelopak mata atas dan bawah,
serta di dalamnya mempunyai selaput mata bening membrane nictitans untuk
menutupi mata apabila berada di dalam air. Di bagian ujung belakang badan
dijumpai anus, lubang kecil untuk membuang sisa-sisa makananyang tak dicerna,
urine dan sel-sel kelamin/ telur atau sperma dari alat reproduksi (Kastowo,
1982: 32 )
Kaki katak terdiri atas
sepasang kaki depan dan sepasang kaki belakang. Kaki depan terdiri atas lengan
atas (brancium), lengan bawah (antebrancium), tangan (manus),
dan jari-jari (digiti). Pada kaki
belakang terdiri atas paha (femur), betis (crus), kaki (pes)
dan jari-jari (digiti) (Radiopoetro, 1996: 474).
Jenis ikan yang sering di konsumsi manusia adalah ordo
teleostei.susunan tubuh pisces berada beda sesuai dengan jenisnya,tetapi pada
umumnya mempunyai ciri ciri yang sama kecuali beberapa species.untuk itu maka cyprinus
carpio kita anggap dapat mewakili dalam mempelajari pisces ini.Tubuh ikan
terdiri atas caput,truncus,dan cauda,diantara mana tidak ada batas yang nyata
sebagai batas antara truncus dan ekor di sebut anus.Ikan ikan yang dapat
berenang cepat berbentuk sebagai terpedo,tetapi cyprinus lebih pendek,lebih
pipih ke arah bilateral dan lebih lebar ke arah dorsoventral.Bentuk tubuh ikan
biasanya berkaitan erat dengan tempat dan cara mereka hidup.
Botani adalah ilmu biologi yang
mempelajari tentang struktur dan fungsi
tubuh secara morfologi dan anatomi pada tumbuhan.
Sel telah dimulai sejak abad ke-17 di mana pada awalnya sel
digambarkan tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah
meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri. Kata
sel berasal dari kata bahasa
Latin cellula yang berarti rongga/ruangan. Hanstein (1880) menyatakan bahwa sel
tidak hanya berarti cytos (tempat yang berongga), tetapi juga berarti cella
(kantong yang berisi). Berdasarkan analisanya diketahui bahwa inti sel selalu
terdapat dalam sel hidup dan kehadiran inti sel itu sangat penting, yaitu untuk
mengatur segala proses yang terjadi di dalam sel.. Sejak akhir abad 19 selama
abad 20 penelitian sel berkembang amat pesat sehingga membentuk ilmu sel yang
disebut dengan Sitologi.
Sitologi
adalah cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang sel. Sel sendiri adalah
kesatuan structural dan fungsional makhluk hidup dimana keberadaannya sangat
berpengaruh terhadap kepribadian dan tingkah laku dari masing masing makhluk
hidup. Penemuan mikroskop oleh Antonie Van Leuwenhoek telah banyak membantu
para ahli dalam kegiatan penyelidikan.
Kali ini Robert Hooke dengan memanfaatkan
mikroskop telah berhasil sebagai orang yang pertama melihat ruang-ruang kecil
yang dibentuk oleh irisan pada jaringan tumbuh-tumbuhan. Jaringan–jaringan itu
dilihatnya bagaikan tersusun dari banyak ruang kecil yang dibatasi
dinding-dinding tipis. Ruang-ruang kecil ini dinamakan sel.
Morfologi tumbuhan merupakan bagian ilmu botani
yang khusus mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat
dengan mata biasa.Hal ini sama dengan pendapat (Supriyono, 2007)menyatakan bahwa Morfologi
tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari
bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata
Makanan ternak menjadi objek pengamatan dalam
bentuk morfologinya. Tumbuhan mempunyai bagian struktur morfologi yaitu akar,
batang, daun, bunga, dan buah. Dalam hal ini yang menjadi bahan utama
pengamatan morfologi adalah rumput (graminae) dan leguminosa
(kacang-kacangan).rumput – rumput dan kacang – kacang adalah hijauan makanan
ternak yang merupakan makanan pokok ternak ruminansia.susunan bunga leguminosa
adalah berjenis kelamin ganda (biseksual) pada umumnya setangkup (zygomoaphile)
kecuali pada mimosaidae yang bunganya bersusun dalam dua lingkar.
Anatomi
tumbuhan adalah bagian ilmu botani yang mempelajari bentuk dan susunan
bagian dalam dari tumbuh-tumbuhan. Anatomi tumbuhan ini mencakup 3 (tiga)
bagian : sel, jaringan tubuh, dan organ tubuh. Dalam jaringan tubuh, jaringan
didefenisikan sebagai kumpulan sel yang mempunyai bentuk, asal, struktur, dan
fungsi yang sama dalam satu kesatuan yang padu. Pada tumbuhan ,jaringan
tumbuhan dapat dikelompokan menjadi dua yaitu,berdasarkan fase perkembangannya
dan berdasarkan sifat/macam sel penyusunannya.
I.2.TUJUAN
DAN MANFAAT
Adapun Tujuan di laksanakan praktikum biologi dasar
ini adalah agar kita dapat mengetahui bagaimana cara melaksanakan serta
menerapkan hasil pengamatan pada
praktikum tersebut.materi tersebut yaitu mengenai zoology yang terdiri dari
aves,mamalia,amphibi,dan pisces.dan mengenai botani yang terdiri dari sitology,morfologi,dan
anatomi pada tumbuhan.Selain melaksanakan praktikum,kita juga dapat mengetahui
tentang materi yang di praktikumkan dnlebih mudah dalam mempelajarinya pada
mata kuliah biologi dasar.dan juga dapat mengaplikasikan dari teori teori yang
sudah di dapatkan dan di pelajari serta menyimpulkan hasil hasil dalam bentuk
tulisan maupun lisan yang kiranya dapat menjadi titik acuan pembelajaran bagi
kita bersama.
Adapun manfaat yang dapat kita peroleh dari melakukan
praktikum biologi dasar ini ialah sangat banyak, dimana kita dapat mengenal
hewan dan tumbuhan seperti rumput-rumputan yang digunakan untuk makanan ternak
maupun bagian-bagian tulang extremites
maupun alat-alat pencernaan dan pernafasan dari hewan yang sudah di praktikumkan .dan dapat kita gunakan sebagai
titik acuan dan bahan perbandingan serta masukan bagi kita semua dalam mata
kuliah biologi dasar ini.Dan mannfaat lainnya yaitu dalam memenuhi syarat tugas
mata kuliah ini.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Mamalia adalah dari bangsa
reptil, Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan dari kehidupan
vertebrata lain. Ciri utama dari Mamalia adalah adanya kelenjar susu, yang
berfungsi sebagai sumber makanan untuk anaknya. Kelenjar lain yang biasa
ditemukan adalah kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat (sudorifera).
Rambut tumbuh selama periode tertentu dalam hidupnya, meskipun berkurang atau
tidak ada sama sekali pada stadium tua (Sukiya, 2005)
. Tubuh kelinci
(Lepus nigricollis) dibagi menjadi empat bagian yaitu : caput, cervix, truncus
dan cauda. Pada caput terdapat rima oris, vibrisae, nares, organon visus.
Ciri-ciri yang dimiliki kelas mamalia seperti pada kelinci (Lepus nigricollis)
adalah sebagai berikut : Memiliki kelenjar mammae (merupakan modifikasi
kelenjar peluh) untuk menyusui anaknya. Mempunyai telinga yang panjang dan kaki
belakang yang lebih panjang dari pada kaki depan. kelinci termasuk hewan
tetrapoda yang memiliki 4 anggota gerak berupa kaki. menurut Anynomous (2007).
Ikan Mas mempunyai ciri-ciri badan memanjang,
agak pipih, lipatan mulut dengan bibir yang halus, dua pasang kumis (babels),
ukuran dan warna badan sangat beragam (Sumantadinata, 1983).
Sel adalah struktural terkecil
dan fungsional dari suatu makhluk hidup yang secara independen mampu melakukan
metabolisme, reproduksi dan kegiatan kehidupan lainnya yang menunjang
kelangsungan hidup sel itu sendiri. tubuh makhluk hidup tersusun atas sel-sel
sehingga sel disebut satuan struktural makhluk hidup.(Agus Purnomo.2003)
Suatu sel dikatakan hidup apabila
sel tersebut masih menunjukkan ciri-ciri kehidupan antara lain melakukan
aktifitas metabolisme, mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungannya, peka
terhadap rangsang, dan ciri hidup lainnya. Suatu sel hidup harus memiliki
protoplas, yaitu bagian sel yang ada di bagian dalam dinding sel. Protoplas
dibedakan atas komponen protoplasma dan non protoplasma. Komponen protoplasma
yaitu terdiri atas membran sel, inti sel, dan sitoplasma (terdiri dari
organel-organel hidup).(Zainal, 2000)
Sel hanya
berupa ruangan kosong saja. Sel mati sendiri asalnya dari sel hidup. Sel
menjadi mati disebabkan karena berbagai faktor, misalnya faktor genetik maupun
faktor lingkungan. Sedangkan yang akan dibahas dalam praktikum ini adalah sel
mati karena faktor genetik, maksudnya sel tersebut mati karena telah mencapai
umur yang memang telah ditentukan secara genetik.(Zeny, 2003)
Kebanyakan tumbuhan mewarisi
plastida hanya dari induknya. Angiosperma umumnya mewarisi plastida dari induk
betina, sedangkan beberapagimnospermae mewarisi plastida dari induk jantan.
Alga juga mewarisi plastida dari salahsatu induknya (Robert RW,J.Kenneth
H.2007).
. Perbedaan
antara tipe sisik cyloid dengan ctenoid adalah pada bagian posterior sisik
ctenoid dilengkapi degan ctenii (gerigi kecil). Focus merupakan titik awal perkembangan
sisik dan biasanya berkedudukan di tengah-tengah sisik. (Panji; 2011)
Rumput
merupakan tumbuhan monokotil, mempunyai sifat tumbuh,yaitu membentuk rumpun,
tanaman dengan batang merayap pada permukaan, tanamam horizontal dengan merayap
tetapi tumbuh ke atsa dan rumpun membelit (sarwono,2001)
Morfologi
tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari
bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata (Supriyono,
2007)
Dapat di
ketahui bahwa perbedaan yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada
berkas pembuluh, berkas pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur,
sedangkan berkas pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang
tidak teratur. Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi
yang digunakan untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah
keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai
pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana,
2004).
Dan secara
umum dapat pula dikatakan bahwa tumbuhan dikotil memiliki ciri berupa akar
tunggang, bentuk tulang daun menjari, tidak di temukannya tudung akar, bunga
kelipatan 5 dan biji berkeping 2(dua), sedangkan pada tumbuhan monokotil
memiliki ciri berupa akar serabut, bentuk tulang daun sejajar, di temukannya
tudung akar, bunga kelipatan 3 dan biji berkeping 1(satu) (wikipedia, 2008).
Ikan
mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi
sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe
rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik
dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut
berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal.
Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform,
depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform. (Riki, 2010)
Susunan penampang melintang batang
monokotil terdiri atas epidermis, korteks, berkas pembuluh (vascular bundle)
yang terdiri dari xylem dan floem, endodermis yang berupa sklerenkim yang
terdiri dari sel-sel yang mati, dan empelur. Pada tumbuhan monokotil, korteks
kadang terdiferensiasi secara baik atau kadang-kadang sempit bahkan tidak dapat
dibedakan dengan stele. Pada tumbuhan monocotyledoneae dan beberapa jenis
lainnya, sel penyusun prokambium berdiferensiasi menjadi jaringan berkas
pengangkut primer (Nugroho dkk, 2005).
Morfologi
tumbuhan adalah bagian dari ilmu botani yang khusus mengkaji dan mempelajari
bentuk luar dari suatu tumbuhan yang dapat dilihat dengan mata (Supriyono,
2007).
Dapat di ketahui bahwa perbedaan
yang mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas
pembuluh pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas
pembuluh pada tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur.
Berkas pembuluh terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan
untuk mengangkut sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh
tumbuhan dan floem yaitu berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil
fotosintesis dari daun keseluruh tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
. Amphibi mempunyai ciri-ciri,
tubuhnya diselubungi kulityang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin atau
poikiloterm, amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu
dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya
terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya
berfungsi untuk melompat dan berenang diair, pernafasan pada saat masih
kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru.
(Anonim: 2011)
alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu
cavum oris,di batasi oleh maxille(rahang atas),atap pada sebelah atas,sedang
osyoid kemudian di lanjutkan oleh pharynk,oesophagus,ventriculus,daan
intestinum yang terletak di dalam rongga tubuh. (sudjadi,Bogod,dkk.2007)
daun hydrilla verticillata ,Struktur sel
dibagi menjadi struktur sel prokariotik dan eukariotik. Setiap orgasme tersusun
dari salah satiu tipe struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau eukariotik.
Sel prokariotik hanya terdapat pada kingdom atau dunia monera dunia archaebacteria,
dan dunia eubacteria. Sementara itu , dunia plantae, animali, dan dunia
protista mempunyai struktur sel eukariotik (Trijoko 2005: 6).
Perbedaan pertama antara sel prokariotik dan
eukariotik ditandai dengan namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari
bahasa yunani pro, yang artinya “sebelum” dan karyon,ng artinya ”kernel”, yang
di sini disebut nukleus. Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti
“sebenarnya“, dan karyon) memilki nuklues sesungguhnya yang dibungkus oleh
selubung nukleus (Hidayat, 2000)
Semua sel prokariotik mempunyai membrane
plasma, nukloid berupa DNA dan RNA, serta sitoplasma yang mengandung ribosom.
Sel prokariotik tidak memiliki membrane inti. Ciri lain adalah tidak memiliki
sistem endo membrane (membrane dalam) seperti retikulum endoplasma dan kompleks
golgi. Selain itu, sel prokariotik juga tidak memiliki mitokondria dan
kloroplas, tetapi mempunyai stuktur yang berfungsi sama, yaitu mesosom dan
kromatofom (Trijiko, 2005)
. Semua sel eukariotik memiliki
membrane inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik
memiliki sistem endomembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti
retikulum endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik
juga memiliki sentriol (Trijoko, 2005). Ordo Anura merupakan ordo yang memiliki
jumlah spesies terbesar dibandingkan Ordo lainnya. Anura mempunyai arti tidak
memiliki ekor. Seperti namanya, anggota ordo ini mempunyai ciri umum tidak
mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan, tidak mempunyai leher dan tungkai
berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar daripada tungkai depan. Hal ini
mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat. Pada beberapa famili terdapat
selaput diantara jari-jarinya. Membrana tympanum terletak di permukaan kulit
dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di belakang mata. Kelopak mata
dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan berkembang dengan baik. Fertilisasi
secara eksternal dan prosesnya dilakukan di perairan yang tenang dan dangkal.
(Muetya : 2011)
Ikan bernapas menggunakan insang.
Insang terbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap.
Bagian terluar dari ingsang berhubungan dengan air, sedang bagian dalam
berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darh. Tiap lembaran insang terdiri dari
sepasang filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak kapiler, sehingga
memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar. Pada ikan bertulang
sejati (osteichthyes) ingsangnya dilengkapi dengan tutup ingsang (operkulum),
sedangkan pada ikan bertulang rawan (chondrichthyes) ingsangnya tidak mempunyai
tutup ingsang. (Bayu; 2009).
linea lateralis adalah garis yang di bentuk
oleh pori pori sehingga linea lateralis ini terdapat baik pada ikan bersisik
maupun ikan yang tidak bersisik.sedangkan pada ikan mas mempunyai satu buah
garis linea lateraalis, (sukarsi.2004)
Organ-organ yang terlihat setelah
di amati adalah vescia(gelembung renang),ada dua bagian anterior dan
posterior,warna putih mengkilap,letaknya berdekatan dan sejajar dengan cavum
vertebralis ,berguna untuk timbul tenggelamnya ikan.saluran untuk memasukkan
dan mengeluarkan udara yang tergantung dari esophagus ke vesica nataria bagian
posterior di sebut ductus pneumaticus
(Campbell.( 2003) menyatakan
bahwa kelas Osteichthyes hampir semua ikan bertulang keras memiliki
endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang keras. Kulitnya sering
tertutupi oleh sisik pipih bertulang yang berbeda strukturnys dsri sisik
berbentuk pada hiu. ikan bertulang keras bernapas dengan melewatkan air melalui
empat atau lima pasang insang yang terletak di dalam ruangan-ruangan yang
ertutup oleh suatu penutup pelindung yang disebut operculum. Reproduksi ikan
bertulang keras bervariasi. Sebagian besar species adalah hewan ovipar, yang
bereproduksi dengan fertilisasi eksternal setelah betina melepaskan sejumlah
besar telur kecil.
Epidermis yang mengandung cutin yang tebal
akan membentuk struktur kulit luar pada tumbuhan menjadi kasar, sehingga
penampakan fisik anatominya kurang menarik,( Gembong tjitrosoepomo,(2003).
BAB III
MATERI DAN METODA
3.1.WAKTU DAN TEMPAT
Praktikum
biologi dasar mengenai zoology dan botani di laksanakan pada 1 – 29 oktober
2014.pukul 10.00 – 11.00 WIB,yang bertempat di Laboraturium Fakuktas Peternakan
Universitas Jambi di gedung C.
3.2.MATERI
Adapun bahan yang digunakan pada
praktikum ini adalah 1 pasang kelinci,
1 ekor ayam (berat minimal 1 kg), ikan mas minimal 9 ons, 3 ekor katak yang
segar.
Empulur ubi kayu
(Manihot utilissima), epidermis umbi
lapis bawang merah (Allium cepa), kulit buahCapsicum annum (cabai merah), daun
Hydrilla verticillata, Solanum tuberosum(kentang), tepung kacang kedele, tepung
kacang hijau, pisang, tepung jagung, tepung ubi kayu, , Panicum maximum (rumput
benggala), Brachiaria decumbens, Brachiaria mutica (ppara gras), Pannisetum
purpureum (rumput gajah), King gras (rumput raja),Stylosantes humillis,
Callopogonium muconoides, Leucaena leucocephala (petai cina), Arachia hypogea
(kacang tanah), Ricinus comunis (tumbuhan jarak), jagung (Zea mays), batang
kacang hijau, batang dan akar Ricinus comunis.
Adapun
alat yang digunakan pada praktikum ini adalah Mikroskop, objek glass, cover
glass, pisau silet (Gilette gold), alat bedah, plastic/terpal ukuran 1
meter,sterofom, pisau carter 3 buah, telenan, sabun tangan, serbet/tissue,
jarum pentul 10 buah, dan pisau potong 1 buah.
2.3 METODA
Adapun cara atau prosedur kerja yang digunakan dalam
praktikum ini adalah:
ZOOLOGI
mamalia
Pada kegiatan satu, siapkan 1 pasang kelinc, plastic terpal
1 m, dan papan praktikum. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati
morfologinya , lalu gambar hasil pengamatan, dan beri keterangan bagiannya.
Pada kegiatan dua, buka cavum oris kelinci, dan amati gigi-giginya, lalu gambar
hasil pengamatan, beri keterangan, buat susunan gigi tersebut, dan simpulkan
perbandingannya pada rumus gigi pada diktat. Kemudian pada kegiatan
tiga,siapkan alat bedah, pisau potong dan papan praktikum. Kemudian letakkan
objek diatas papan praktikum, potong kelinci dan kuliti, buka rongga dada dan
perutnya, lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan dari bagian-bagian
gambar tersebut.
Aves
Pada kegiatan satu, siapkan seekor ayam, dan papan
praktikum. Kemudian latakkan objek diatas papan praktikum, dan amati
morfologinya. Lalu gambar hasil pengamatan , dan beri keterangan bagiannya.
Pada kegiatan dua, cabut masing-masing 1 buah bulu plumae. Plumulae, dan
filoplumulae, amati dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan, dan beri
keterangan bagiannya. Kemudian pada kegiatan tiga, bedahlah bagian extremitas
ayam, buang kulit dan musculus yang menempel pada tulang, pisahkan extremitas
atas dan bawah, dan amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan dan beri
keterangan bagiannya. Pada kegiatan empat, bedahlah thorax rongga perut dengan
gunting, pinset, dan scapel, dan amati organ-organ yang ada, lalu gambar hasil
pengamatan dan beri keterangan bagiannya. Kemudian pada kegiatan lima, bedah
oranium ayam dengan hati-hati, keluarkan enchepalonnya, amati dengan jelas,
lalu gambar hasil pengamatan dan beri keterangan bagian-bagiannya dalam laporan
saudara.
Amphibi
Pada kegiatan satu, siapkan seekor katak yang segar, dan
papan praktikum.Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amati
morfologinya.Lalu gambar hasil pengamatan, dan beriketerngan gambar tersebut.
Pada kegiatan dua, buka cavum oris dengan jelas, amati bagiannya, lalu gambar
hasil pengamatan, dan beri keterangannya. Kemudian pada kegiatan tiga, bedah
rongga perut dan thorax katak, amati dengan jelas, lalu gambar hasila
pengamatan, dan beri keterangan gambar. Pada kegiatan empat, bedah enchepalon
katak, keluarkan enchepalon (otak) dengan hati-hati, dan amati dengan seksama.
Lalu gambar hasil pengamatan otak ikan iti, dan beri keterangan gambar dengan
jelas.
Pisces
Pada kegiatan satu, siapkan seekor ikan mas segar berat ± 9
ons. Kemudian letakkan objek diatas papan praktikum, amatai morfologi objek.
Lalu gambar hasil pengamatan morfologi ikan dan beri keterangan bagiannya.
Kemudian pada kegiatan dua, siapkan mikroskop, objek glass, cover glass, 1 buah
sisik cyprinus carpio, pinset. Kemudian ambil dengan pinset 1 buah sisik ikan
mas itu, tetesi dengan air, letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover
glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan dan jelaskan
keterangan bagian sisik. Pada kegiatan tiga mencakup cara kerja pada kegiatan
kedua. Pada kegiatan empat, bedah ikan tersebut, perlihatkan organ dari
apparatus viscerum abdominalis et thoracalis, amati bagian-bagiannya. Lalu gambar
hasil pengamatan pada bagiannya,dan beri keterangan gambar dengan jelas.
Pada kegiatan lima, buat potongan melintang tubuh ikan
dibelakang anus. Lalu amati system muscularnya, gambar kan hasil pengamatanmu
dan beri keterangn gambar dengan jelas. Kemudian pada kegiatan enam, keluarkan bagian insang
ikan mas tersebut,lalu amati dengan jelas. Lalu gambar hasil pengamatan insang
itu,dan buat keterangan bagian dengan jelas. Pada kegiatan tujuh, buka bagian
oranium cyprinus carpio dengan hati-hati, keluarkan enchepalonnya, dan amati
dengan seksama. Lalu gambar hasil pengamatan otak tersebut, dan beri keterangan
gambar dengan jelas dalam laporan
saudara.
Sitologi
Pada kegiatan satu, siapkan mikroskop yang akan digunakan
dan masing-masing 3 buah cover glass dan objek glass serta pisau silet.
Kemudian buat sayatan tipis kulit allium cepa,lalu tetesi dengan regen
JKJ,letakkan pada objek glass dan turup dengan cover glass,amati dibawah
mikroskop,demikian halnya pada empulur manihot utilissima. Lalu gambar hasil pengamatan,
buat klasifikasi dan simpulkan perbedaan kedua objek. Kemudian pada kegiatan
dua,siapkan bahan daun Hydrilla verticillata, capsicum annum, dan solanum
tuberosum, buat sayatan tipis daripada daun ketiga objek,letakkan diatas objek
glass,tetesi dengan air,tutup dengan cover glass dan amati pada mikroskop.Lalu
gambar hasil pengamatan pada objek,buat klasifikasi dan kesimpulan perbedaan
plastida ketiga objek tersebut. Pada kegiatan tiga, siapkan objek tepung kacang
kedele, tepung kacang hijau,pisang, tepung jagung, tepung ubi kayu, dan
kentang. Letakkan objek pada objek glass,tetesi dengan air,tutup dengan cover
glass, dan amati pada mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi
objek,dan simpulkan perbedaan pada cirri keenam objek tersebut.
Morfologi tumbuhan
Pada kegiatan satu, siapkan objek rumput panicum
maximum,brachiaria decumbens, brachiaria mutica, pannisetum purpureum, dan king
gras, amati keenam objek secara morfologis, gambar hasil pengamatan,buat
klasifikasi dan ciri objek, dan buat simpulan tentang rumput (graminae).
Kemudian pada kegiatan dua, siapkan objek stylosantes humillis, callopogonium
muconoides, leucaena leucocephala, dan arachia hypogea, amati keempat objek
secara morfologis, lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi dan cirri
objek, dan buat kesimpulan tentang kacang-kacangan (legume). Pada kegiatan
tiga, amati objek panicum maximum dan callopogonium mucunoides secara
morfologis, lalu gambar hasil pengamatan, buat klasifikasi dan simpulkan
perbedaan kedua objek dalam laporan saudara.
Anatomi tumbuhan
Pada kegiatan satu, siapkan mikroskop,objek glass, cover
glass, pisau silet, daun rumput gaja (pannisetum purpureum), dan daun kacang
tanah (arachia hypogea), buat sayatan tipis kedua objek, letakkan diatas objek
glass,tetesi dengan air, dan tutup dengan cover glass, lalu gambar hasil
pengamatan anatomi objek, buat klasifikasi , dan simpulkan perbedaan anatomi
daun kedua objek dalam laporan saudara. Kemudian pada kegiatan dua, siapkan
batang objek pannisetum purpureum, panicum maximum,dan zea mays, buat sayatan
tipis pada batang, tetesi dengan air, letakkan di atas objek glass, tutup
dengan cover glass, dan amati dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan
anomi batang letiga objek. Buat klasifikasi, dan kesimpulan umum tentang batang
monokotil. Pada kegiatan ketiga, siapkan batang objek kacang tanah, kacang
hijau, dan ricinus comunis. Kemudian buat sayatan tipis batang objek, tetesi
dengan air,letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati
dibawah mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan anatomi objek tersebut, buat
klasifikasi, perbedaan tumbuhan monokotil dan dikotil, serta kesimpulan umum
tentang anatomi batang dikotil. Pada kegiatan empat, siapkan akar objek zea
mays dan ricinus comunis, buat sayatan tipis akar objek, tetesi dengan air,
letakkan diatas objek glass, tutup dengan cover glass, dan amati dibawah
mikroskop. Lalu gambar hasil pengamatan anatomi akar objek tersebut, buat
klasifikasi dan buat kesimpulan umum tentang anatomi akar tumbuhan dalam
laporan saudara.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.ZOOLOGI
4.1.1.Mamalia
Pada
praktikum mamalia ada 4 (tiga) kegiatan yang dilakukan.
Kegiatan1:
Tujuan:mengamati
morfologi kelinci
Gambar
4.1
Dari hasil praktikum Mamalia didapatkan
ciri-ciri morfologi kelinci (Orctolagus sp) yaitu tubuhnya diliputi oleh kulit
yang berambut. Pada umumnya Kelinci memiliki kuping yang panjang sebagai bentuk
adaptasi pada kehidupan mereka dan menghindari hewan pemangsa (Predator),
panjang kuping kelinci pada umumnya adalah sekitar 10 cm (4 inch). Kelinci juga
memiliki kaki belakang yang kuat dengan ekor yang pendek. Setiap kaki memiliki
4 jari yang pada ujungnya sangat berperan sebagai penggerak. Bentuk badan pada
umumnya berbentuk lonjong telur dan pada umumnya kelinci-kilinci liar memiliki
keseragaman dalam bentuk tubuh dan cara berdirinya.Kelinci mempunyai telinga
yang panjang dengan ekor yang pendek. pada bagian kepala terdapat mulut (Rima
oris), dibatasi oleh bibir bawah(labium inferior) dan bibir atas (labium
superior) yang bercelah sehingga tampak gigi seri (incisivi), dan juga terdapat
lubang hidung (Neres externa) letaknya dorsal dari mulut, disekitar lubang
hidung dan mulut terdapat sungut atau rambut-rambut peraba yang juga terdapat
disekitar mata, mata dibatasi oleh kelopak mata atas ( palbebra superior, dan
kelopak mata bawah (palbebra inferior) sedangkan kelopak mata ketiga (membran
nictitan) terdapat pada sudut sebelah mata anterior), telinga luar (pina
auricula), pada bagian badan terbagi menjadi thorax(dada) terdapat sepasang
extrimitas anterior(kaki depan) yang berjari(digiti)4: dibangun dari proximah
kendistal oleh brachiu, antebrachium dan carpusdan abdomen (perut) yang dimana
terdapat sepasang extrimitis posterior(kaki belakang ) yang berdiri (digiti) 3
dibangun dari proximal kedistal oleh femur, crus dan pes didaerah inguinal ,
diantara kaki belakang terdapat sepasang pappila mammae (putting susu),
selanjutnya kearah posterior saya temui adanya penis. Dan pada bagian belakang
terdapat ekor.hal ini sama dengan pendapat Anynomous (2007)menyatakan bahwa Morfologi
dari pada mamalia (kelinci) terdiri dari empat bagian, yaitu : Caput (kepala),
Truncus yang terdapat dua pasang extremitas, Collum (batas antara Truncus dan
Caput), dan cauda pendek. (Sukiya, 2005) menyatakan bahwa Mamalia
adalah dari bangsa reptil, Mamalia memiliki karakter struktural yang membedakan
dari kehidupan vertebrata lain. Ciri utama dari Mamalia adalah adanya kelenjar
susu, yang berfungsi sebagai sumber makanan untuk anaknya. Kelenjar lain yang
biasa ditemukan adalah kelenjar minyak (sebasea) dan kelenjar keringat
(sudorifera). Rambut tumbuh selama periode tertentu dalam hidupnya, meskipun
berkurang atau tidak ada sama sekali pada stadium tua .
kegiatan
kedua yaitu mengamati susunan gigi pada
kelinci. struktur gigi kelinci yang diamati dalam cavum oris memiliki susunan
gigi yang sama dengan susuna gigi berikut : I 1
C O P 1 M
3 = 5
I
1 C O P
1 M 3
= 5
I1
CO P1 M3
5
Gambar
4.2
Menurut Brotowijoyo (1994),
kaki belakang panjang dan kuat, digunakan untuk melompat. Jari-jari kaki
depan berjumlah 5 jari dan kaki belakang terdapat 4 jari. Kulit tubuh berambut
lebat, menutup hampir seluruh tubuh. vibrisae ditemukan diujung moncong yang
mana berfungsi sebagai pendeteksi makanan pada waktu didalam tanah. Pada hewan
ini terdapat 4-5 pasang puting susu di ventrum yang terdapat pada hewan betina.
Kegiatan ke
tiga yaitu mengamati tulang extremites pada kelinci
Gambar 4.3
Alat gerak
(Extremitas)
kelinci memiliki anggota gerak
depan (extremitas anterior atau cranialis) yang berjari empat dan anggota gerak
belakang (extremitas posterior atau caudalis) yang berjari 3.Extremitas
Anterior terdiri dari Brachium (lengan
atas) berupa humerus, Antibracium (lengan bawah) berupa radius dan ulna, Manus
(tangan) berupa digiti yang berupa ossa carpalia (tulang pergelangan tangan),
ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) dan phalangus (ruas jari-jari),
Cingulum pelvicus berupa tulang pinggul yang menempel secara kokoh ada sacrum
dan masing-masing setengah tulang pinggul itu terdiri atas os ichium (sebelah
posterior) dan os pubic (sebelah ventral). Pertemuan ketiga tulang itu
membentuk manglokan yang terkenal sebagai anterior dorsalis bersatu secara senyawa,
disebelah ventral dibagian vertebrae.Extremitas Posterior Extremitas Posterior terdiri dari Femur
sebagai tungkai atas, Crus sebagai tungkai bawah terdiri atas tulang tibia dan
fibula, Pes (kaki) terdiri atas ossa tersalia (tulang pergelangan tangan), ossa
metacarpalia (telapak kaki) dan phalangus (ruas jari-jari). Jari ada yang
berfucula (cakar) dan berunggula (telacak).
Pada Kegiatan empat yaitu mengamati organ-organ dalam kelinci.
Gambar.4.4
Organ dalam kelinci terdiri dari bagian
Tractus digestivus, tractus urogenitalia, cor, dan alat respirasi (pernapasan).
Struktur cor yang semakin menebal akan membuat kontraksi daripada jantung yang
mengecil, hal yang demikian akan membuat sebangsa mamalia berhenti akan organ-organnya,
(Johnson, W. A 2005).
Tractus
Digestivus
Sistem pencernaan makanan pada kelinci (Lepus nigricollis)
terdiri dari saluran-saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Saluran
pencernaan dimulai dari rongga mulut, pharynk, esophagus, ventriculus,
intestinum dan berakhir di anus. Rongga mulut pada kelinci (Lepus nigricollis)
dibentuk oleh atap dan dasar, atap terdiri atas palatum durun yang berupa
langit-langit keras disebelah anterior dan palatum molle yang merupakan langit-langit
lunak dan didalam rongga mulut terdapat gigi yang tertanam dalam alveolus
(lubang dalam rahang).
Gigi pada kelinci
(lepus nigricollis) berfungsi untuk memotong atau mengerat makanan. Pharynk
berfungsi untuk rongga dibelakang mulut yang merupakan persimpangan jalan
makanan dari jalan respirasi. Oesophagus merupakan pipa musculus yang sempit
yang menembus diafragma masuk ke dalam abdomen. Ventriculus merupakan kantong
sebagai lanjutan dari oesophagus yang dapat dibedakan atas cardia, pylorus yang
bersambung dengan deodenum dan fundus.
Selain itu terdapat
juga kelenjar pencernaan yang meliputi kelenjar ludah, menghasilkan saliva yang
mengandung enzim-enzim pencernaan. Kelenjar empedu dikeluarkan oleh hati,
pankreas menghasilkan hormon insulin dan kelenjar pencernaan (Brotowidjoyo,
2004).
Tractus Urogenitalis
Tractus Urogenitalis adalah Fertilisasi pada kelinci terjadi
secara internal. Testis terkandung dalam saku krotal.perkembangan embrio
terjadi di dalam uterus. Plasenta kelinci terbentuk dari persatuan antara
korion dan allantois. Lama kandungan (gestasi) 30 hari. Mungkin sampai ada 10
buah yang terjadi simultan. Kelinci dewasa secara seksual berumur 3 bulan
(Brotowidjoyo, 2004).
Kelinci terkenal karena sistem reproduksinya yang betina
berevolusi segera setelah senggama sehingga pembuahan terjamin. Selain itu
kelinci betina mempunyai sistem reproduksi yang istimewa yaitu mampu mengandung
2 rumpun anak sekaligus karena memiliki rahim ganda. Pembuahan pada rahim yang
1 tidak menghalangi ovulasi pada rahim yang satunya lagi. Gejala ini di sebut
superfetasi dan meskipun langka dianggap cukup sering terjadi (Oliver, 2005).
Respiratorius
Gambar
4.5
KETERANGAN
Respiratorius
Paru-paru mamalia berada dalam rongga dada, yang dapat dibesarkan
atau disempitkan, sehingga udara dapat keluar masuk. Percabangan pada paru-paru
masih mengalami percabangan-percabangan lagi, sehingga percabangan yang
terkecil tidak lagi diperkuat oleh cincin tulang rawan dan berakhir pada ujung
yang buntu disebut alveolus yang berfungsi memperluas permukaan paru-paru,
sehingga memperbesar kemungkinan mengadakan pertukaran udara pernafasan oleh
kapiler-kapiler pada dinding alveolus (Brotowidjoyo, 2004).
Urutan jalannya pernafasan pada kelinci (Lepus nigricollis) adalah Nares eksterna (Lubang hidung luar), masuk
Cavum nasalis (rongga hidung),masuk Nares internal (lubang hidung dalam), masuk
Pharink (tekak), masuk Larynk (jakun), masuk Trachea (tenggorok), masuk
Bronchus (cabang dari trachea), masuk Bronchiolus (cabang dari brochus),
berakhir di Alveolus (kantong udara).
Gambar 4.6
KETERANGAN
Cor
Menurut Anynomous (2007), rongga jantung pada kelinci
terpisah secara sempurna oleh sekat membujur, menjadi rongga jantung kiri dan
kanan. Rongga jantung kiri mengandung darah yang kaya dengan oksigen yaitu
oksigen dari darah arteri. Rongga jantung yang berisi darah yang mengadung
karbondioksida adalah vena. Masing-masing rongga tadi tersekat lagi menjadi
serambi jantung dan bilik jantung yang saling berhubungan dengan katub atau
kleb. Sistem peredaran darah pada kelinci (Lepus nigricollis) merupakan sistem
peredaran darah tertutup.Pembuluh darah dibagi atas Pembuluh nadi, Pembuluh
balik,Pembuluh kapiler, Pembuluh limfa.
4.1.2. AVES
Pada
praktikum aves ada 5 (lima) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan pertama
yaitu mengamati morfologi pada aves.
Gambar
4.7
Keterangan
- Mulut (Rima oris)
- Paruh atas (Rostrum premaxillare)
- Paruh bawah (Rostrum dentale)
- Jengger
- Hidung (Nostril)
- Mata (Orbita)
- Telinga (Meatus acusticus externus)
- Leher (Cervix)
- Bulu penutup tubuh (Tectrices)
- Sayap (Alae)
- Bulu sayap (Reminges)
- Ekor (Caudal)
- Bulu ekor (Rectrices)
- Kloaka (Cloaca)
- Kuku kaki (Falcuta)
- Telapak kaki (Pes)
- Sisik betis (Leavis)
- Paha (Femur)
- Betis (Crus)
Morfologi aves terdiri dari empat
bagian yakni : Caput (kepala), Collum (cervix) yang panjang yang diselubungi
bulu, Truncus yang diselubungi bulu dan extremitas, dan cauda yang pendek.
Selain itu terdapat juga bagian uropygial gland yang berguna untuk menahan
pergerakan feses keluar pada saat terbang dan aktifitas lain dan juga fungsi dari
cauda tersebut adalah untuk memberi rangsangan perkelupasan pada bulu untuk
mengeluarkan telur atau kotoran.
Pada kegiatan dua, yaitu mengamati bulu plumae, plumulae, dan
filoplumae
.
Gambar
4.8
Bulu plumae merupakan bulu dominant dan lebih besar yang
menyelubungi tubuh ayam. Bulu plumulae yaitu sebagian bulu yang berbentuk
panjang dan dominant pada ekor aves. Bulu filoplumae yaitu bulu-bulu yang kecil
yang berbentuk jarum yang tidak di sembarang tempat pada tubuh aves. Gerakan
bulu dengan extremitas atas pada aves akan membuat aktivasi atau pergerakan
yang cepat untuk mengambil oksigen (O2) dan menyimpanya sebagai udara cadangan,
(Soemadji.MS,2003). 1.
Plumae
Terdiri atas bagian-bagian :
o Calamus (quill) adalah tangkai bulu.
o Rachis (shaft) adalah lanjutan dari calamus yang menjadi
sumbu dari vexillum dan di dalamnya tidak berongga.
o Umbilicus inferior, merupakan lubang pada pangkal calamus.
o Umbilicus superior, merupakan lubang di bagian distal
calamus yang melanjutkan diri sebagai sulcus pada rachis.
o Vexillum (vane), terbentuk dari barbae yaitu suatu cabang
ke arah lateral dari rachis, tiap barbae mempercabangkan lagi banyak barbulae.
2. Plumulae
Biasanya terdapat pada ayam yang masih muda, atau yang sedang
mengerami telurnya. Plumulae mempunyai bagian-bagian seperti calamus pendek,
rachis agak mereduksi, serta barbae yang panjang dan fleksibel.
3. Filoplumae
Berbentuk sebagai rambut yang ujungnya bercabang-cabang
pendek halus, tumbuh dengan jarak yang jarang di seluruh tubuh, mempunyai
tangkai yang panjang dan pada puncaknya terdapat beberapa barbae.
4. Remiges
Remiges merupakan bagian bulu yang menutupi bagian sayap,
mempunyai bagian pangkal bulu yang panjang.
5. Tectrices
Tectrices merupakan bagian badan dan hamper ada diseluruh
bagian ayam.
6. Parapterium
bulu yang menutupi daerah bahu, bulu ini cenderung kecil
dibandingkan dengan bulu tectrices dan terletak di seputaran daerah bahu.
7. Alu Spuria
Berupa bulu-bulu kecil dan terkadang ada pada ayam yang baru
menetas atau ayam kecil.
Pada kegiatan ketiga
yaitu mengamati tulang-tulang extremitas (alat gerak) pada aves
Gambar
4.9
. Extremitas aves terdiri dari dua bagian yaitu extremitas
anterior dan extremitas posterior, seluruh alat gerak itu terdapat otot-otot
dan diselubungi oleh bulu. Extremitas anterior
Berupa sayap, namun ayam merupakan unggas yang tidak dapat
terbang.syap ini skeletonnya terdiri atas humerus (lengan atas), radius (tulang
pengumpil), ulna (tulang hasta) dan ossa carpalia (tulang pergelangan tangan).
Pada aves tinggal 2 buah, yaitu os scaphoideum yang menempel pada radius dan os
cunieforme menempel pada ulna. Persatuan antara ossa carpalia (tulang
pergelangan tangan) dengan ossa metacarpalia (tulang telapak tangan) sebagai
tempat melekatnya.
Extremitas posterior
Terdiri atas femur, patella, crus yang terdiri fibula yang
pendek dan tibio-tarsus yang merupakan persatuan dari tulang tibia dan
tarsalia.Pes (tulang cakar) terdiri atas meta-tarsus dan digiti yang mempunyai
ruas phalanx (jari-jari). Pada ujung jari terdapat falcula yaitu kuku untuk
mencakar, 4 jari itu ada 3 yang mengarah ke muka dan 1 yang mengarah ke
belakang.berguna sebagai pencengkram pada dahan atau ranting pohon.
Pada kegiatan empat yaitu mengamati tractus digestuvus dan
trectus urogenitalis pada aves
4.10
. Trectus digestivus pada aves merupakan organ-organ utama
pada tubuh aves. 1.
Paruh
Ayam tidak mempunyai
bibir, lidah, pipi dan gigi sejati,
bagian mulut atas dan bawah tersusun atas lapisan tanduk, bagian atas dan
bawah mulut dihubungkan ke tengkorak dan berfungsi seperti engsel (North,
1978).
2. Lingua
Lidah unggas keras dan runcing seperti mata anak panah dengan
arah ke depan. Bentuk seperti kail pada belakang lidah berfungsi untuk
mendorong makanan ke oeshopagus sewaktu lidah digerakkan dari depan ke
belakang. Lidah berfungsi untuk membantu menelan makanan. Kelenjar saliva
mengeluarkan sejenis mukosa yang berfungsi sebagai pelumas makanan untuk
mempermudah masuk ke oesophagus.
3. Pharynx
Pharynx merupakan saluran yang berbentuk seperti corong,
terletak pada batang tenggorokan dan dipisahkan oleh glottis antara pharynx dan
larynx.
4. Ingluvies
Ingluvies/Crop mempunyai bentuk seperti kantong atau
pundi-pundi yang merupakan perbesaran dari oesophagus. Pada bagian dindingnya
terdapat banyak kelenjar mukosa yang menghasilkan getah yang berfungsi untuk
melembekkan makanan. Crop berfungsi menyimpan dan menerima makanan untuk
sementara sebelum masuk ke proventriculus.
5. Esophagus
Oesophagus merupakan saluran memanjang berbentuk seperti
tabung yang merupakan jalan makanan dari mulut sampai permulaan tembolok dan
perbatasan pharynx pada bagian atas dan proventriculus bagian bawah.
6. Proventriculus
Proventriculus merupakan perbesaran terakhir dari oesophagus
dan juga merupakan perut sejati dari ayam. Juga merupakan kelenjar, tempat
terjadinya pencernaan secara enzimatis, karena dindingnya disekresikan asam
klorida, pepsin dan getah lambung yang berguna mencerna protein.
7. Ventriculus
Ventriculus/Gizzard berbentuk oval dengan dua lubang masuk
dan keluar pada bagian atas dan bawah. Bagian atas lubang pemasukkan berasal dari proventriculus dan bagian bawah
lubang pengeluaran menuju ke duodenum.Besar kecilnya empedal dipengaruhi oleh
aktivitasnya, apabila ayam dibiasakan diberi pakan yang sudah digiling maka
empedal akan kecil.
8. Duodenum
Duodenum berbentuk mirip huruf U.Dimana pada bagian duodenum
disekresikan enzim pankreatik yang berupa enzim amilase, lipase dan tripsin.
9. Intestinum tenue
Usus kecil memanjang dari ventriculus sampai usus besar dan
terbagi atas tiga bagian yaitu duodenum, jejenum dan ileum.Terdapat selaput
mukosa pada dinding usus halus memiliki bentuk yang lembut dan menonjol seperti
jari yang berfungsi sebagai penggerak aliran pakan dan memperluas permukaan
penyerapan nutrien.
10. Caecum
Ceca terletak diantara usus kecil dan usus besar dan pada
kedua ujungnya buntu, maka disebut juga usus buntu. Usus buntu mempunyai
panjang sekitar 10 sampai 15 cm dan berisi calon tinja.
11. Rectum
Rectum merupakan bagian diantara usus besar dan cloaca.Usus
besar berupa saluran yang mempunyai diameter dua kali dari diameter usus kecil
dan berakhir pada kloaka. Usus besar paling belakang terdiri dari rektum yang
pendek dan bersambungan dengan kloaka.
12. Cloaca
merupakan bagian paling ujung luar dari induk tempat
dikeluarkannya telur dan juga tempat dikeluarkannya kotoran.dimana ayam
mempunyai satu lubang untuk 3 saluran.
sedangkan tractus
urogenitalis merupakan organ reproduksi pada aves
.
Gambar
4.11
• Ovarium
Ovarium adalah tempat sintesis hormon
steroid seksual, gametogenesis, dan perkembangan serta pemasakan kuning telur
(folikel).
1. Sel telur kecil
Ialah sel telur yang umurnya masih
muda atau belum berkembang berjumlah bisa mencapai puluhan dalam satu induk
ayam.
2. Sel telur Matang
Sel telur yang telah matang dan siap
melalui tahap selanjutnya yaitu pembentukan putih telur dan cangkang.proses
pembentukan telur lebih kurang selama 25 jam.
3. Stigma
Stigma merupakan pembuluh darah yang
terdapat pada kuning telur dan berwarna merah.
• Oviduct
Tempat menerima kuning telur masak,
sekresi putih telur, dan pembentukan kerabang telur. Pada unggas umumnya dan
pada ayam khususnya, hanya ovarium kiri yang berkembang dan berfungsi,
sedangkan yang bagian kanan mengalami rudimenter.
1. Ostium
Lapisan berbentuk seperti mulut yang
berlubang berfungsi sebagai penangkap kuning telur yang telah matang.terletak
berdekatan dengan infundibulum.
2. Infundibulum
Panjang 9 cm fungsi untuk menangkap
ovum yang masak. Bagian ini sangat tipis dan mensekresikan sumber protein yang
mengelilingi membran vitelina. Kuning telur berada di bagian ini berkisar 15-30
menit. Pembatasan antara infundibulum dan magnum dinamakan sarang spermatozoa
sebelum terjadi pembuahan.
3. Magnum
Bagian yang terpanjang dari oviduk
(33cm). Magnum tersusun dari glandula tubiler yang sangat sensibel. Sintesis
dan sekresi putih telur terjadi disini. Mukosa dan magnum tersusun dari sel
gobelet. Sel gobelet mensekresikan putih telur kental dan cair. Kuning telur berada
di magnum untuk dibungkus dengan putih telur selama 3,5 jam.
4. Isthmus
Mensekresikan membran atau selaput
telur. Panjang saluran isthmus adalah 10 cm dan telur berada di sini berkisar 1
jam 15 menit sampai 1,5 jam. Isthmus bagian depan yang berdekatan dengan magnum
berwarna putih, sedangkan 4 cm terakhir dari isthmus mengandung banyak pembuluh
darah sehingga memberikan warna merah.
5. Uterus
Disebut juga glandula kerabang telur,
panjangnya 10 cm. Pada bagian ini terjadi dua fenomena, yaitu dehidrasi putih
telur atau /plumping/ kemudian terbentuk kerabang (cangkang) telur. Warna
kerabang telur yang terdiri atas sel phorphirin akan terbentuk di bagian ini
pada akhir mineralisasi kerabang telur. Lama mineralisasi antara 20 – 21 jam.
6. Vagina
Bagian ini hampir tidak ada sekresi
di dalam pembentukan telur, kecuali pembentukan kutikula. Telur melewati vagina
dengan cepat, yaitu sekitar tiga menit, kemudian dikeluarkan (/oviposition/)
dan 30 menit setelah peneluran akan kembali terjadi ovulasi.
7. Cloaca
Merupakan bagian paling ujung luar
dari induk tempat dikeluarkannya telur. Total waktu untuk pembentukan sebutir
telur adalah 25-26 jam. Ini salah satu penyebab mengapa ayam tidak mampu
bertelur lebih dari satu butir/hari. Di samping itu, saluran reproduksi ayam
betina bersifat tunggal. Artinya, hanya oviduk bagian kiri yang mampu
berkembang
Kemudian pada kegiatan lima yaitu mengamati enchepalon aves
yang dapat dilihat oleh adanya pembedahan oranium ayam. Otak tersebut berbentuk
jejenan usus halus yang melengkup.
4.1.3.Amphibia
Pada praktikum amphibi ada 4
(empat) kegiatan yang dilakukan.Pada kegiatan pertama, yaitu mengamati
morfologi pada katak, pada amphibi ini terdapat bagian morfologinya yakni
:caput (kepala), truncus( badan), dan extremitas. Extremitasnya ada 2 bagian
yakni extremitas anterior dan extremitas superior.
Gambar
4.12
Amphibi mempunyai ciri-ciri, tubuhnya
diselubungi kulityang berlendir, merupakan hewan berdarah dingin atau
poikiloterm, amphibi mempunyai jantung yang terdiri dari tiga ruangan, yaitu
dua serambi dan satu bilik, mempunyai dua pasang kaki dan pada setiap kakinya
terdapat selaput renang yangterdapat di antara jari-jari kakinya dan kakinya
berfungsi untuk melompat dan berenang diair, pernafasan pada saat masih
kecebong berupa insang, setelah dewasa alat pernafasannya berupa paru-paru. (Anonim: 2011).
Kemudian pada kegiatan dua yatu,
mengenai organ dalam cavum oris. Pada cavum oris yang dibukakan terdapat
bagian-bagian pada cavum oris (mulut) tersebut yaitu deretan gigi,paletum
rahang,lidah,perlekatan lidh,labium superior,dasar mata,lubang hidung yang ada
di dalam rongga mulut,dan perllekatan lidah.
Gambar
4.12
Hal
ini sama dengan pendapat (sudjadi,Bogod,dkk.2007)menyatakan
bahwa lidah yang pipih berpangkal pada dasar di sebelah anterior mulut,pada
permukaannya terdapat kuncup perasa dan papil,di lapisi olehlendir,dapat di
julurkan dari belakang ke muka untuk menangkap mangsa.Lingua di songkong oleh
oshyoid(berupa tulang rawan)yang memungkinkan lidah tegar tapi lemas.
Pada kegiatan ketiga yaitu mengamati
alat-alat visceral pada katak
Gambar 4.14
Setelah
melakukan pengamatan pada amphibi,terlihatlah bagian-bagian tractus digestivus
yaitu terdiri dari cavum oris,oesophagus,ventriculus,ductus pancreaticus,visica
fallea,ductus cysticus,ductus hepaticula,ductus
choleductus,pancreas,hepar,intestinum tannue,intestinum crasum,cloaca,muara
cloaca.hal ini sama dengan pendapat(sudjadi,Bogod,dkk.2007)yaitu
alat pencernaan yang tampak dari luar yaitu cavum oris,di batasi oleh
maxille(rahang atas),atap pada sebelah atas,sedang osyoid kemudian di lanjutkan
oleh pharynk,oesophagus,ventriculus,daan intestinum yang terletak di dalam
rongga tubuh.
Pada
kegiatan ke empat yaitu mengamati enchepalon pada katak.
Gambar
4.15
Ordo
Anura merupakan ordo yang memiliki jumlah spesies terbesar dibandingkan Ordo
lainnya. Anura mempunyai arti tidak memiliki ekor. Seperti namanya, anggota
ordo ini mempunyai ciri umum tidak mempunyai ekor, kepala bersatu dengan badan,
tidak mempunyai leher dan tungkai berkembang baik. Tungkai belakang lebih besar
daripada tungkai depan. Hal ini mendukung pergerakannya yaitu dengan melompat.
Pada beberapa famili terdapat selaput diantara jari-jarinya. Membrana tympanum
terletak di permukaan kulit dengan ukuran yang cukup besar dan terletak di
belakang mata. Kelopak mata dapat digerakkan. Mata berukuran besar dan
berkembang dengan baik. Fertilisasi secara eksternal dan prosesnya dilakukan di
perairan yang tenang dan dangkal.
(Muetya : 2011)
4.1.4.Pisces
Pada
praktikum pisces ada tujuh kegiatan yang di lakukan,pada kegiatan pertama yaitu
melihat bentuk morfologi ikan.
Gambar
4.16
Setelah mengamati morfologi pada
cyprinus carpio terlihtlah bagian luarnya yaitu terdapat
cranium(kepala),truncus(badan),cauda(ekor) dan terdapat mulut,linea
lateralis,sirip,sungut,sisik.hal ini sama dengan pendapat(Radiopoetra.2007)
menyatakan bahwa Tubuh ikan terdiri atas caput, truncus, dan cauda,
diantara mana tidak ada batas yang
nyata sebagai batas antara caput dan truncus dipandang tepi caudal operculum
dan sebagai batas antara truncus dan ekor dipandang anus. Ikan-ikan yang dapat
berenang cepat berbentuk seperti torpedo. Tetapi Cyprinus lebih pendek, lebih
pipih kearah bilateral dan lebih lebar ka arah dorsoventral
Pada
kegiatan kedua yaitu melihat bentuk sisik secara mikroskopis.
Gambar
4.17
Setelah mengamati sisik ikan mas pada
mikroskop tampaklah bagian bagian pada sisik ikan terseb ut yaitu
curculio,lateral field,primary radii,focus,posterior field.sisik ini menutupi
tubuh ikan mas,sisik-sisik berada dalam corium yang terdiri dari jaringan
pengikat yang merupakan exoskeleton bagi
ikan.sisik terbuat dari jaringan tulang,bentuk sisk ganoid berbentuk pipih dan
bulat karena itu termaduk cyrloid.hal ini sama seperti pendapat (Riki, 2010)yang
menyatakan Ikan mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya
dan sisik yang berfungsi sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip
ekor dibedakan atas tipe rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked.
Berdasarkan bentuk sisik dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan
cycloid. Tipe mulut berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior,
terminal dan sub terminal. Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti
fusiform, compresiform, depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform.
Pada
kegiatan ketiga yaitu melihat linea lateralis.Linea lateralis merupakan garis
membujur pada kedua sisi truncus mulai dari bagian belakang kepala sampai ke
pangkal ekor.Liinea lateralis ini tampak pada tubuh ikan mas,dan hal ini sama
dengan pendapat (sukarsi.2004)menyatakan
bahwa linea lateralis adalah garis yang di bentuk oleh pori pori sehingga linea
lateralis ini terdapat baik pada ikan bersisik maupun ikan yang tidak
bersisik.sedangkan pada ikan mas mempunyai satu buah garis linea lateraalis,
Gambar
4.18
Linea
lateralis berfungsi untuk mengetahui perubahan tekanan air sehingga ikan
mengenal kedudukannya di dalam air.
Pada
kegiatan keempat yaitu melihat organ
organ yang terdapat dalam rongga dada dan perut
.
Gambar
4.19
Setelah
di amati,tampaklah Organ-organ yang
terlihat setelah di amati adalah vescia(gelembung renang),ada dua bagian
anterior dan posterior,warna putih mengkilap,letaknya berdekatan dan sejajar
dengan cavum vertebralis ,berguna untuk timbul tenggelamnya ikan.saluran untuk
memasukkan dan mengeluarkan udara yang tergantung dari esophagus ke vesica nataria
bagian posterior di sebut ductus pneumaticus. Campbell ( 2003:256 ) menyatakan bahwa kelas Osteichthyes hampir semua
ikan bertulang keras memiliki endoskeleton dengan matriks kalsium fosfat yang
keras. Kulitnya sering tertutupi oleh sisik pipih bertulang yang berbeda
strukturnys dsri sisik berbentuk pada hiu. ikan bertulang keras bernapas dengan
melewatkan air melalui empat atau lima pasang insang yang terletak di dalam
ruangan-ruangan yang ertutup oleh suatu penutup pelindung yang disebut
operculum. Reproduksi ikan bertulang keras bervariasi. Sebagian besar species
adalah hewan ovipar, yang bereproduksi dengan fertilisasi eksternal setelah
betina melepaskan sejumlah besar telur kecil.
Pada
kegiatan ke lima yaitu melihat system musculus pada ikan mas
. Ikan
mempunyai sirip yang penting untuk pergerakannya dan sisik yang berfungsi
sebagai penutup tubuhnya. Berdasarkan bentuknya sirip ekor dibedakan atas tipe
rounded, truncate, emerginate, lunate dan forked. Berdasarkan bentuk sisik
dibedakan atas sisik placoid, ganoid, ctenoid dan cycloid. Tipe mulut
berdasarkan letaknya yaitu tipe inferior, superior, terminal dan sub terminal.
Bentuk umum tubuh ikan juga bervariasi seperti fusiform, compresiform,
depressiform, anguiliform, sagititiform dan globiform. (Riki, 2010)
Pada kegiatan ke enam yaitu mengamati
apparatus respiratoris pada ikan mas.
Gambar
4.20
setelah di lakukan pengamatan tampaklah
bentuk dari insang dari ikan mas yaitu berbentuk lembaran-lembaran tipis
berwarna merah muda dan bentuknya seperti bulu mata pada manusia.hal ini sama
dengan pendapat .
(Bayu;
2009).menyatakan bahwa Ikan bernapas
menggunakan insang. Insang terbentuk lembaran-lembaran tipis berwarna merah
muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari ingsang berhubungan dengan air, sedang
bagian dalam berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darh. Tiap lembaran insang
terdiri dari sepasang filamen terdapat pembuluh darah yang memiliki banyak
kapiler, sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan CO2 berdifusi keluar.
Pada ikan bertulang sejati (osteichthyes) ingsangnya dilengkapi dengan tutup
ingsang (operkulum), sedangkan pada ikan bertulang rawan (chondrichthyes)
ingsangnya tidak mempunyai tutup ingsang.
Pada kegiatan ke tujuh yaitu mengamati
enchepalon ikan
Gambar
4.21
Setelah mengamati enchepalon pada
ikan dapat kita ketahui bagaimana bentuk enchepalon dari ikan mas
tersebut.bagian bagiannya yaitu olfactory lobe,cerebral hemisphele,pineal
gland,diencephalon,optic lobe,cerebellum,fourth ventricle dan
mendulla.enchepalon pada ikan mas bentuknya agak memanjang dan ramping di bandingkan dengan enchepalon
katak yang bentuknya hamper seperti otak manusia.
4.2.BOTANI
4.2.1Sitologi
Dalam praktikum sitologi ada 3
(tiga) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan satu, yang telah dilakukan yakni mengamati
struktur sel mati dan sel hidup pada manihot utilissima dan allium
cepa. Diperoleh hasil bahwa pertama, pada struktur sel umbi lapis Allium cepa
(bawang meran) terdapat sel hidup, atau selnya disebut protoplasma. Dalam
struktur sel terdapat sitoplasma dan nukleus (inti sel). Struktur umbi lapis
yang demikian tidak baik untuk dikonsumsi.Berikut adalah klasifikasi dari
Allium cepa.
Struktur sel Allium cepa (bawang merah)
Klasifikasi bawang merah
Gambar
4.21
Kingdom : Plantae
Sub kingdom :
Tracheobionta
Sub divisi : Spermatophyta
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas : Liopsida
Sub
kelas : Liliade
Ordo :
Liliace
Famili
: Liliaceae
Genus :
Allium
Spesies :
Allium cepa
Perbesaran
pada 10/ 0,25 kali.
Kedua, pada struktur sel empulur ubi kayu
(Manihot utilissima) terdapat sel-sel mati, hal ini terlihat pada mikroskop
dengan tidak ditemukannya gerakan-gerakan yang berupa sel. Dan struktur selnya
hanya terdiri dari dinding sel. Jadi perbedaan kedua struktur sel objek
tersebut yaitu terdapat pada bagian selnya, inti sel, dan bentuk sel
keseluruhan.Berikut klasifikasi dari manihot utilissima.
Struktur sel empulur ubi kayu (Manihot utilissima)
Gambar
4.22
Klasifikasi ubi kayu
Kingdom : Plantae
Sub kingdom : Tracheobionta
Kelas :
Dicotyledoneae
Sub kelas : Archiclamydeae
Ordo : Tuphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Sub famili : Manihot
Genus : Manihot
Spesies : Manihot utilissima
Perbesaran pada 10/ 0,25 kali.
Kemudian pada kegiatan dua, yaitu mengamati struktur plastida pada daun
Hydrilla verticillata, kulit buah capsicum annum, dan solanum tuberosum
(kentang).hasil pengamatan bahwa pertama, pada struktur sel Hydrilla
verticillata terdapat plastida yang disebut dengan Kloroplas (pigmen warna
hijau pada daun), kloroplas tersebut berfungsi untuk memberi pimen pada daun.Berikut
adalah klasifikasi dari daun hidrilla ferticillata.
Struktur sel
dan plastida pada Hydrilla verticillata
Gambar
4.23
Perbesaran pada 10/ 0,25 kali
Struktur sel dibagi menjadi struktur sel
prokariotik dan eukariotik. Setiap orgasme tersusun dari salah satiu tipe
struktur sel tersebut, yaitu prokariotik atau eukariotik. Sel prokariotik hanya
terdapat pada kingdom atau dunia monera dunia archaebacteria, dan dunia
eubacteria. Sementara itu , dunia plantae, animali, dan dunia protista
mempunyai struktur sel eukariotik (Trijoko 2005: 6).
Pengamatan Kedua yaitu, pada kulit buah capsicum annum (cabai
merah), pada struktur selnya terdapat plastida yang mengandung warna merah.
Plastida tersebut adalah kloromoplas. Kloromoplas memberi warna pada berbagai
bagian alat tumbuhan. Namun, tidak seluruh warna pada tumbuhan disebabkan oleh
pigmen dalam plastida, sebab dalam cairan vakuola juga dapat ditemukan sebagai
zat warna. Macam-macam pigmen pada kromoplas, misalnya :
•
Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanophyta.
•
Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada Rhodophyta.
•
Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta.
•
Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua.
•
Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada Phaeophyta.
Struktur
sel dan plastida pada kulit buah capsicum annum (cabai merah)
Gambar 4.24
Perbesaran
pada 10/ 0,25 kali
Ketiga, pada struktur sel solanum
tuberosum (kentang) terdapat plastida yang disebut leucoplast. Leukoplast ini
tidak berfungsi dalam memberikan warna, struktur sel yang dimiliki oleh kentang
ini adalah sel-sel mati. Jadi perbedaan ketiga objek diatas yaitu terletak pada
struktur selnya, bentuk sel, dan bentuk plastida yang dimiliki.
Gambar
4.25
Pada kegiatan ke tiga, yaitu melihat
struktur pati pada tepung kacang kedele, tepung kacang hijau, pisang,
tepung jagung, tepung ubi kayu, dan kentang.
Dari hasil pengamatan yang pertama yaitu,pada
struktur sel tepung kacang kedele terdapat bentuk pati yang menyebar pada
permukaan sel dan bentuk selnya bulat lonjong. Sel kacang ini terdapat bintik hitam yang sangat jelas
sekali, karena semakin jelas bintik tersebut maka sel tersebut sangatlah baik
dan bereproduksi swsangat cepat. Sel ini terdiri dari dinding sel inti dan
terdapat pula sitoplasma. Dinding sel berfungsi sebagai peindung bagi inti sel
dan tempat transport electron.
Klasifikasi Kacang Kedelai
Gambar 4.26
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Glycine
Spesies :
Glycine max
Semua sel
prokariotik mempunyai membrane plasma, nukloid berupa DNA dan RNA, serta
sitoplasma yang mengandung ribosom. Sel prokariotik tidak memiliki membrane
inti. Ciri lain adalah tidak memiliki sistem endo membrane (membrane dalam)
seperti retikulum endoplasma dan kompleks golgi. Selain itu, sel prokariotik
juga tidak memiliki mitokondria dan kloroplas, tetapi mempunyai stuktur yang
berfungsi sama, yaitu mesosom dan kromatofom (Trijiko, 2005: 6).
Pengamatan ke Kedua yaitu, pada tepung
kacang hijau Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pati kacang hijau berbeda dengan pati kacang-kacangan lainnya
secara signifikan (15,19,20,26-29) dalam hal kandungan amilosanya, tingkat aksesibilitas air dan amilase ke
daerah amorf granula pati, tingkat asosiasi rantai pati dalam daerah amorf dan
kristal, serta intensitas Difraksi sinar-X. Perbedaan-perbedaan ini
mempengaruhi variasi factor pembengkakan, pencucian amilosa, enzyme
digestibility, parameter gelatinisasi dan tingkat retrogradasinya.
Pada butir pati kacang hijau (Phaseolus
radiates), berdasarkan letak hilumnya masuk pada kategori butir pati konsentris
dan terdapat keretakan / korosi pada butir pati tersebut karena sebagian
amilumnya itu digunakan untuk tumbuhan itu sendiri yang mungkin disebabkan untuk
perkecambahan.kacang hijau struktur
selnya berukuran kecil, pati menyebar pada nukleus (inti sel) dan memiliki
induk sel pada rongga. Bentuk karakteristik selnya yaitu : sel berbentuk bulat,
memiliki nucleus (inti sel), tidak mengandung kloroplas (pigmen), struktur pati
menyebar pada seluruh permukaan sel, dan terdapat ruang antar sel.
Klasifikasi
Kacang Hijau
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo : Fabales
Famili : Fabaceae
Genus : Vigna
Spesies : Vigna radiate
Semua sel eukariotik memiliki membrane
inti, sedangkan sel prokariotik tidak. Selain itu, sel eukariotik memiliki
sistem endomembran, yakni memiliki organel-organel bermembran seperti retikulum
endoplasma, kompleks golgi, mitokondria, dan lisosom. Sel eukariotik juga memiliki
sentriol (Trijoko, 2005).
Pengamatan ke Ketiga yaitu, struktur sel
pada pisang yaitu berukuran kecil dan ada juga yang besar. Bentuk karakteristik
selnya yaitu :sel berbentuk bulat, memiliki nucleus (inti sel), struktur pati
menyebar sebagian dan sircular pada 2 bagian, dan struktur sel merupakan sel
mati. Butir pati merupakan sarana bagi
tanaman untuk menyimpan energy mereka diproduksi oleh berbagai macam tanaman
dan campuran amylase dan alfa amilopektin. Pati pisang memiliki bentuk sel yang
unik karena hampir menyerupai gelembung air yang sedang terbang dan terdapat
inti sel setiap gelembung tersebut juga terdapat membrane sel.
Klasifikasi Pisang
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Liliopsida
Ordo : Zingiberales
Famili : Musaceae
Genus : Musa
Spesies :
Musa paradisiaca
Pengamatan yang Keempat yaitu, pada tepung jagung bentuk
selnya halus dan besar. Bentuk karakteristik selnnya yaitu : sel berbentuk
bola, memiliki nukleus (inti sel), terdapat inti sel, dan bentuk pati ada 2
bagian: menyebar sebagian pada belahan sel, dan menyebar tidak rata (seperti
bulu rangkut/sikat tabung). Kelima, pada tepung ubi kayu struktur selnya kecil dan dilingkupi oleh
inti sel. Bentuk karakteristik selnya yaitu : sel berbentuk biji buah, terdapat
inti sel diantara dinding sel, struktur pati menyebar rata dipermukaan sel.
Gelembung coklat kebeningan pada struktur sel kulit kentang disebut dengan
leucoplast, Anshory.S (1990).Sel jagung termasuk juga dalam sel eukariotik yang
mempunyai DNA terletak diinti, mitokondria dan kloroplas.
1. Inti
mengandung DNA. 2. Mitokondria
mengandung jumlah yang relative kecil DNA diatur dalam molekul-molekul
melingkar. DNA ini hanya membawa beberapa gen mitokondria. Kebanyakan
mengandung informasi genetis tentang mitokondria itu sendiri hadir dalam
nucleus.3. Kloroplas juga mengandung jumlah terdapat DNA dalam pengaturan
melingkar atau lileare seperti di mitokondria.
Klasifikasi Jagung
Kingdom :
Plantae
Divisi :
Magnoliophyta
Kelas :
Liliopsida
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays
Sel ubi kayu banyak mengandung
karbohidrat dimana mempunyai bentuk sel yang hampir serupa dengan sel bawaan.
Pada sel ubi kayu ini terdapat rongga yang sangat besar sehingga inti dan
membrah sel tidak terlalu jelas.
Pengamatan yang keenam yaitu,Pada butir
pati singkong (Manihot utillissima), butir patinya masuk kedalam kategori butir
pati konsentris. Ubi kayu (singkong) ini terdiri dari dua spesies, yaitu
Manihot utilisima dan Manihot esculenta, dari famili Eupharbiaceae. Umurnya
secara umum adalah antara 6-12 bulan.
Klasifikasi ubi kayu
Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas :
Magnoliopsida
Ordo : Euphorbiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Manihot
Species : Manihot utilisima
Pengamatan ke tujuh yaitu,Pada Kentang, perubahan berkala yang
mengakibatkan adanya lapisaan berasal dari dalam (endogen). Dalam butir
tersebut.Pada butir pati kecil, hilum biasanya menjadi eksentris (tidak di
pusat). Jika dalam plastida terbentuk lebih dari satu butir pati, maka butiran
tersebut akan segera saling menyentuh dan membentuk butir majemuk. Dengan
demikian dikenal butir majemuk seperti pada pati gandum (Avena) dan padi (Oryzasativai),
pati setengah majemuk pada kentang, dan butir pati tunggal seperti pada pati
irut (Maranta).
Jika butir pati mengisi sel
hingga penuh, maka tepinya bersudut. Posisi hilum, bentuk dan ukuran butir,
serta sifat butir tunggal atau majemuk memungkinkan identisifikasi spesies
tumbuhan penghasilan butir pati yang bersangkutan.
Klasifikasi kentang
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Genus : Solanum
Spesies : Solanum tuberosum
Perbedaan pertama antara sel prokariotik dan eukariotik ditandai dengan
namanya. Kata prokariota (prokaryote) berasal dari bahasa yunani pro, yang
artinya “sebelum” dan karyon,ng artinya ”kernel”, yang di sini disebut nukleus.
Sebaliknya, sel eukariotik (Yunani, eu yang berarti “sebenarnya“, dan karyon)
memilki nuklues sesungguhnya yang dibungkus oleh selubung nukleus (Hidayat,
2000).
4.2.2.Morfologi tumbuhan
Dalam praktikum morfologi tumbuhan ada 3
(tiga) kegiatan yang dilakukan. Pada kegiatan satu yaitu mengenal bentuk umum dari
rumput, bahwa rumput- rumputan merupakan bahan pakan hijauan ternak. Dan morfologi
pada rumput terdiri dari akar, batang, daun, bunga, dan biji. Seperti halnya
pada kegiatan ini terdapat morfologis dari beberapa jenis rumput.
Pada kegiatan 1 terdapat 4 pengamatan,Pada pengamatan Pertama yaitu,
pada panicum maximum (rumput benggala) terdapat morfologisnya sebagai berikut:
termasuk tumbuhan tidak lengkap karena tidak ada tangkai daun, mempunyai
lembaran daun, terdapat bagian pelepah daun, daunnya menyirip, batang berarus
sircular batang, bunga dan strukturnya berbentuk bulat berwarna coklat,
termasuk kelompok bunga rumput, tumbuh di daerah tropis, berakar serabut,
termasuk angiospermae (berbiji tertutup), dan merupakan monokotil. Panicum
maximum (rumput benggala)
Klasifikasi Panicum maximum
Divisi : Angiospermae
Klass : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaceae
Genus :
Panicum
Spesies : Panicum maximum
Kedua, pada pannisetum purpureum (rumput gajah) terdapat morfologi
sebagai berikut : lengkap dengan struktur tubuh, bentuk daun meruncing dan
berlekuk, berdaun sejajar, berakar serabut, terdapat pelepah daun, batang
beruas-ruas, terdapat garis dasar pada helaian daun, hidup di daerah tropis,
merupakan monokotil. .Pannisetum purpureum (rumput gajah)
Klasifikasi Panisetum purpureum
Divisi : Angiospermae
Klass : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaceae
Genus : Pannisetum
Spesies : Pannisetum purpureum
Pada pengamatan ke Ketiga yaitu, king gras (rumput raja) memiliki
morfologi sebagai berikut : lengkap dengan organ tubuh, struktur dau tidak
sempurna, berdaun tunggal, bersirif sejajar, batang berbentuk silindris dan
persegi, berakar serabut, hidup ditempat kering, struktur daun kasar, termasuk monokotil. King gras (rumput
raja)
Gambar 4.27
Klasifikasi King gras
Divisi : Angiospermae
Klass : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaceae
Genus : King
Spesies : King gras
Pengamatan yang Keempat yaitu, brachiaria decumbens memiliki morfologi
sebagai berikut : memiliki organ tubuh, tumbuhan tidak lengkap, berakar
serabut, bentuk daun meruncing, tidak memiliki batang, dan termasuk monokotil.
Dari morfologi rumput tersebut
menjelaskan bahwa rumput (graminae) lebih dominan dalam menghasilkan daun, dan
termasuk tumbuhan yang monokotil (berkeping satu). Domisili graminae sangat
erat dengan sirkulasi pada jalur dan rantai makanan yang merupakan hijauan
ternak utama pada Animal’s graminae, Verma.J,S (1991).
Klasifikasi Brachiaria decumbens
Gambar 4.28
Divisi : Angiospermae
Klass : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaea
Genus : Brachiaria
Spesies : Brachiaria
decumbens
Pada kegiatan kedua yaitu mengenal bentuk dari leguminosa.
Hasil pengamatan morfologis pada leguminosa (kacang-kacangan) dapat di jelaskan
berdasarkan objek leguminosa pada praktikum ini.
Pengamatan Pertama yaitu, pada stylosantes humillis memiliki morfologi
sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga,
berdaun majemuk dengan tiga helaian, memiliki tangkai daun, berakar tunggang,
bersirif tungal, hidup di tempat yang kering, termasuk tumbuhan berdaun lengkap, bentuk batang bengkok dan
menjalar, bunga dominant berwarna terang, dan termasuk dikotil.
Klasifikasi Stylosantes humillis
Divisi : Spermatophyta
Spesies : Stylosantes humillis
Klass : Dicotyledoneae
Ordo : Leguminales
Family : Leguminales
Genus : Stylosantes
Pada pengamatan Kedua yaitu pada callopogonium muconoides terdapat morfologi
sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, daun, dan bunga,
berdaun tunggal, berakar tunggang, struktur daun tidak lengkap, batang tumbuh
merambat, memiliki sulur (tempat untuk merambat), hidup ditempat lembab dan
kering, dan termasuk dikotil.
Gambar 4.29
Klasifikasi
Callopogonium muconoides
Divisi
: Spermatophyta
Klass
: Dicotyledoneae
Ordo
: Leguminales
Family : Leguminaceae
Genus
: Callopogonium
Spesies : Callopogonium muconoides
Ketiga pada leucaena leucocephala ( petai cina) terdapat morfologi
sebagai berikut : struktur tubuh terdiri dari akar, batang, dan daun, berdaun
majemuk dan berkelompok, bentuk batang kecil dan bercabang, tulang daun
menjari, berakar tunggang, hidup di daerah tropis, dan termasuk monokotil.
Keempat, arachia hypogea (kacang tanah) terdapat struktur morfologinya yaitu:
memiliki struktur akar, batang, daun, dan buah, berdaun lengkap, bentuk daun
majemuk (menjari tingkat dua dan berkelompok), berakar tunggang, hidup di
tempat yang lembab, batang meruncing seperti ranting, dan termasuk dikotil. . Leucaena leucocephala
Gambar 4.30
Klasifikasi Leucaena
leucocephala
Divisi : Spermatophyta
Klass : Dicotyledoneae
Ordo : Leguminales
Family : Leguminaceae
Genus : Leucaena
Spesies : Leucaena
leucocephala
Dari keempat legume di atas
disimpulkan bahwa leguminosa (kacang-kacangan) pada umumnya berakar tunggang
dan tumbuhan yang dikotil (berkeping dua atau gimnospermae).
Pada kegiatan tiga yaitu mengenal dan membedakan bunga rumput dan
leguminosa dengan objek panicum maximum dan callopogonium muconoides.pengamatan
Pertama yaitu, bunga rumput panicum
maximum memiliki struktur morfologi sebagai berikut: bunga awal mirip dengan
bunga jagung, bunga dewasa menyebar dan bertangkai, terdapat sepasang daun muda
pembungkus bunga dasar, bunga berubah menjadi biji monokotil, dan selalu
terlindungi. Panicum maximum (rumput benggala)
Gambar 4.31
Klasifikasi Panicum maximum
Divisi : Angiospermae
Klass : Monocotyledoneae
Ordo : Graminales
Family : Graminaceae
Genus : Panicum
Spesies : Panicum maximum
Klasifikasi
Zea mays
Regnum
: Plantae
Epidermis
Divisi : Angiospermae
Kelas : Monocotyledoneae
Ordo : Poales
Famili : Poaceae
Genus : Zea
Spesies : Zea mays
Perbesaran pada 10/ 0,25 kali
4.3.3.Anatomi Tumbuhan
Pada praktikum anatomi tumbuhan terdapat
empat kegiatan yang dilakukan. Pada
kegiatan pertama, yaitu melihat susunan anatomi daun. Objek yang digunakan
dalam kegiatan ini adalah daun rumput gajah dan kacang tanah. Pertama, pada
daun rumput gajah, struktur anatomi daunnya menunjukkan adanya ikatan pembuluh
dan palisade parenchyma, tetapi tidak memiliki korteks. Struktur sel berbentuk
pita ranjang dan mengandung kotak
persegi.
4.32
Yang Kedua yaitu, pada daun kacang tanah (arachia
hypogea)
,
4.33
struktur
anatominya menunjukkan anatomi daun adanya guard cell, stomata, dan epidermis.
Struktur selnya berbentuk bunga karang dengan inti sel yang besar. Dari
struktur anatomi kedua daun objek diatas disimpulkan bahwa anatomi daun
monokotil berbeda dengn dikotil yakni terletak pada organ tubuh yang dimiliki,
bentuk sel, dan struktur selnya. Tumbuhan
dapat dibedakan atau dibagi menjadi dua macam, yaitu tumbuh-tumbuhan berbiji
keping satu atau yang disebut dengan monokotil / monocotyledonae dan tumbuhan
berbiji keping dua atau yang disebut juga dengan dikotil / dicotyledonae.
Monokotil adalah tumbuhan berkeping biji tunggal (atau monokotil) adalah salah
satu dari dua kelompok besar tumbuhan berbunga yang bijinya tidak membelah
karena hanya memiliki satu daun lembaga.
Pada kegiatan kedua, yaitu mengamati
anatomi batang monokotil dengan objek yang digunakan adalah batang pannisetum
purpureum, panicum maximum, dan zea mays.
Pertama, pada anatomi batang pannisetum pupureum
Dapat di ketahui bahwa perbedaan yang
mencolok antara tumbuhan dikotil terletak pada berkas pembuluh, berkas pembuluh
pada tumbuhan dikotil terlihat lebih teratur, sedangkan berkas pembuluh pada
tumbuhan monokotil terlihat berkas pembuluh yang tidak teratur. Berkas pembuluh
terdiri dari xylem atau suatu alat transportasi yang digunakan untuk mengangkut
sari makanan dan unsur hara dari tanah keseluruh tubuh tumbuhan dan floem yaitu
berkas yang berfungsi sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun keseluruh
tubuh tumbuhan (Aryuliana, 2004).
terdapat struktur melintang batang monokotil
yang mempunyai bagian epidermis, kortex, dan ikatan pembuluh. Kortexnya terdiri
dari tiga bagian. Kedua pada anatomi panim maximum terdapat struktur yang
mengandung bagian kortex, epidermis, dan ikatan pembuluh pada anatomi batang
monokotilnya. Kortexnya berbentuk biji buah yang besar dan sebagian dilapisi
oleh ikatan pembuluh.
Ketiga pada anatomi batang zea mays
Menurut literatur pada
akar tumbuhan dikotil, di antara xylem dan floem terdapat kambium, sedangkan
pada akar tumbuhan monokotil di antara xylem dan floem tidak di jumpai kambium.
Kambium merupakan titik pertumbuhan sekunder kearah dalam membentuk xylem dan
kearah luar membentuk floem. Sedangkan pada batang monokotil memiliki ikatan
pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang tua sama. Dan untuk batang
dikotil memiliki ikatan pembuluh angkut dan anatomi batang muda dan batang muda
berbeda yaitu di temukannya empelur pada batang muda dan sebaliknya pada batang
tua (Atinirmala, 2006).struktur anatomi batangnya mengandung bagian
epidermis, ikatan pembuluh, dan kortex. Kortexnya melapisi permukaan ikatan
pembuluh dan ikatan pembuluh mirip stomata. Dari anatomi batang ketiga objek
dapat disimpulkan bahwa batang monokotil mengandung ikatan pembuluh yang
tersebar dan memiliki ruang antar sel
untuk pertukaran gas yang dilapisi cutin.
Pada kegiatan ketiga yaitu mengamati anatomi batang tumbuhan dikotil,
dengan objek yang digunakan adalah
batang kacang tanah, batang kacang hijau, dan ricinus comunis (tumbuhan jarak).
Pertama pada anatomi batang kacang tanah struktur anatominya mengandung bagian
epidermis, kortex, primary floem, primaey xylem dan cambium.primary floemnya
berbentuk rumpun bunga yang dikelilingi oleh primary xylem.
. Kedua pada anatomi batang kacang hijau
terlihat jelas bahwa struktur anatominya mengandung tiga bagian yakni primary
xylem, korteks dan epidermis. Korteksnya merupakan bulu pembentuk lapisan lingkaran
pada batang tersebut. Ketiga pada anatomi batang ricinus comunis terlihat
struktur anatominya mengandung bagian epidermis, korteks, dan ikatan pembuluh.
Ikatan pembuluhnya dikelilingi oleh korteks, sehingga struktur anatominya
berbentuk kepingan mata dadu
Penambahan jaringan seperti itu
mengakibatkan tulang daun tengah itu agak tersembul di atas permukaan helai
daun. Ikatan pembuluh kecil dalam mesofil dikelilingi oleh satu atau dua lapis
sel tersusun rapat yang bersama-sama membentuk seludang pembuluh. (Tim Dosen
Pendidikan Biologi)
. Dari anatomi batang ketiga objek
disimpulkan bahwa batang dikotil mengandung ikatan pembuluh yang terletak
teratur dan dinding luar batang sangat rapat dengan epidermis yang
mengandung cutin untuk menghambat air masuk
pada batang.Epidermis yang mengandung cutin yang tebal akan membentuk struktur
kulit luar pada tumbuhan menjadi kasar, sehingga penampakan fisik anatominya
kurang menarik,( Gembong tjitrosoepomo,(2003).
Pada kegiatan keempat, yaitu melihat
susunan anatomi akar pada objek yang digunakan yaitu: akar Zea mays dan Ricinus
comunis Daun merupakan bagian tumbuhan
yang penting dan pada umumnya tiap tumbuhan mempunyai sejumlah besar daun.
Alat ini hanya terdapat pada batang saja dan
tidak pernah terdapat pada bagian yang lain pada tubuh tumbuhan. Bagian batang
tempat duduknya atau melekkatnya daun dinamakan buku-buku (nodus) batang, dan
tempat diatas daun yang merupakan sudut antara batang dan daun dinamakan ketiak
daun (axilla). Daun biasanya tipis melebar, kaya akan suatu zat warna hijau
yang dinamakan klorofil, oleh karena itu, daun biasanya berwarna hijau dan
menyebabkan tumbuhan atau daerah-daerah yang ditempati tumbuh-tumbuhan nampak
hijau pula.
Bagian tumbuh-tumbuhan ini mempunyai umur yang
terbatas, akhirnya akan runtuh dan meninggalkan bekas pada batang. Pada waktu
akan runtuh warna daun berubah menjadi kekuning-kuningan dan akhirnya menjadi
perang. (Gembong Tjitrosoepomo)
Pertama, pada anatomi akar Zea mays struktur
anatominya terdiri dari epidermis, endodermis, korteks, cambium, xylem, dan
floem. Xylem dan floemnya berdekatan rapat saling mengelilingi. Kedua, pada
anatomi akar Ricinus comunis struktur anatomi akarnya terdiri dari epidermis,
endodermis, floem, xylem, dan cambium. Pada anatomi akarnya korteks tidak
terlihat dengan jelas. Dari anatomi akar kedua objek disimpulkan bahwa anatomi
akar adalah menstruktur akar yang terbentuk embrio menjadi dua bagian yaitu
tunggang dan serabut, dimana tunggang pada dikotil dan serabut pada monokotil.
Dan struktur akar secara umum terdiri dari dua bagian yaitu akar primer dan
akar sekunder.
BAB V
PENUTUP
5.1Kesimpulan
Sel
merupakan unit terkecil dari organisme hidup yang memiliki fungsi struktural,
fungsional dan hereditas. Sel pertama kali ditemukan oleh Robert Hooke pada
tahun 1665, yang mengamati sayatan tipis gabus botol dengan mikroskop yang
dibuatnya sendiri.
Morfologi tumbuhan adalah bagian
dari ilmu botani yang khusus mempelajari bentuk luar dari suatu tumbuhan yang
dapat di dilihat dengan mata biasa.secara umum,tumbuhan tingkat tinggi dibagi
atas dua sub divisi yaitu tumbuahan biji tertutup.tumbuhan biji tertutup
(angiospermae).
Anatomi tumbuhan adalah ilmu botani
yang mempelajari bentuk dan susunan bagian dalam dari tumbuhan tumbuhan.secara
umum anatomi tumbuhan mencakup tiga
bagian : sel , jaringan tubuh ,organ tubuh.
Jenis ikan yang sering dikonsumsi
manusia adalah Ordo Teleostei,berdasarkan hal yang demikian maka untuk
mempelajari morfologi dan anatomi pisces ini maka dipilih Ordo Teleostei,yaitu
ikan mas ( Cyprinus Carpio). Tumbuhan Cyprinus Carpio dapat dibagian tiga
bagian yaitu caput,truncus,cauda.
Amphibi merupakan vertebrata yang
kali pertama memulai kehidupan diair lalu didarat.alasan memilih Rana Sp memiliki kelas ini karana genus ini mudah
memperoleh dan diamati.
Kalau
aves mudah dibedakan dengan kelas hewan lainya yaitu adanya bulu yang dapat
menutupi tubuhnya. Extremitas anterior yang bermodifikasi memiliki sayap dan
beak (paruh) yang tersusun dari zat tanduk.
Kelinci
termasuk hewan menyusui (mamalia).karena
mempuyai kelenjar susu yang berguna untuk menyusui anaknya.
5.2.Saran
Dalam pratikum biologi ini hendaknya
pratikan memperhatikan dan dapat melakukan pratikum dengan baik dan hati-hati
supaya pratikum ini dapat berlangsung dengan baik sehingga apa yang dipelajari
dan doperoleh dari pratikum ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
khususnya dalam bidang ilmu ternak. Selain itu hendaknya agar kekompakan lebih
ditingkatkan kepada pratikan dan asisten dosen
sehingga dapat tercipta kerja sama yang lebih baik dan berguna dalam
kegiatan pratikum dimasa mendatang.
DAFTAR PUSTAKA
Andini, Diska. 2004. Biologi 2A untuk SMA Kelas XI
Semester 1 Jakarta :
Erlangga
Anonimous. 2007. Laporan Praktikum Mamalia.
http://.blogspot.com.
Anonimous. 2009. Laporan Praktikum Botani.
http://mokoagow.blogspot.com.
Brotoewidjoyo. 2009. Zoology. Jakarta : Erlangga
Budi.2005. Zoology Vertebrata. Jakarta Erlangga
Cahyono. 2000. PISCES EDISI 2. Medan : Rajawali Pers
Campbell. 2003. Biologi Jilid 2 Edisi kelima. Jakarta
: Erlangga
Campbell. 2004. Biologi Jilid 3 Edisi kedua. Jakarta :
Erlangga
Djaburito, Mukayat. 2004. Sitologi. Yogyakarta :
Gadjah Mada University Press
Djaburito, Mukayat. 2003. Zoology. Yogyakarta : Gadjah
Mada University
Press
Harminto, Sundowo, Dkk. 2001. Biologi Umum. Jakarta :
Erlangga
Hayati, Wanda. 2003. Zoology. Jakarta : Erlangga
Hernowo.2003. Zoology.
Yogyakarta : Fakultas MIPA Universitas
Negeri
Yogyakarta
http://pertanian.uns.ac.id/~adimagna/IlmuTernak%20UnggasEksterior.htm
http://okaok.multiply.com/journal/item/76/Laporan_Praktikum_Aves?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem
http://biologigonz.blogspot.com/2010/03/hewan-bertulang-belakang.html
Mahardika.2006. Anatomi Tumbuhan . Jakarta : Erlangga
Nosen. 2001. General Biology.Jakarta : Cuyugoro
Radiopoetro. 2006. Zoology dan Botani. Medan :
Gramedia Agent
Riki. 2010. Zoology Jilid 1. Jakarta : Erlangga
Sutoppo.2005.Ilmu Botani. Meadan : Rajawali pers
Stanley, Onix. 2003. Botani. Jakarta : Erlangga
Sukiya. 2001. Biologi Vertebrata jilid 1. Yogyakarta :
Fakultas MIPA
Universitas Negri Yogyakarta
Sukiya. 2002. Biologi Vertebrata jilid 2. Yogyakarta :
Fakultas MIPA
Universitas Negeri Yogyakarta
Suratman. 2006. Botani. http://Id. Wikipedia.org
Waisan. 2000. Biologi III. Makassar : FMIPA UNM
Tidak ada komentar:
Posting Komentar